|

Karolin : Pemuda Katolik Berkontribusi Pendidikan Kalbar

Karolin Margret Natasa
Pontianak (Suara Sekadau) - Ketua Umum Pengurus Pusat Pemuda Katolik Republik Indonesia (PP PKRI), dr Karolin Margret Natasa mengatakan, PP PKRI telah berkontribusi dalam seminar internasional yang diselenggarakan dalam rangka Visit Borneo 2017 di Kalimantan Barat.

"Kegiatan yang kita inisiasi tersebut merupakan bentuk partisipasi dalam meningkatkan kualitas sumber daya masyarakat (SDM) di Kalimantan Barat. Saya menjadi ketua panitia dalam kapasitas saya sebagai Ketua Pemuda Katolik yang berasal dari Kalbar," katanya di Pontianak, Sabtu.

Dirinya merasa terpanggil untuk memberikan sumbangsih bagi masyarakat Kalimantan Barat, agar bisa lebih mudah memperoleh peluang mendapatkan pendidikan di Jerman.

Menurutnya, tantangan terbesar yang dihadapi Indonesia saat ini adalah bagaimana menciptakan manusia yang berkualitas, terampil, kompeten dan profesional di bidangnya masing-masing.

"Tantangan kedepan bagi kita adalah bagaimana bangsa Indonesia itu menjadi lebih berkualitas, cerdas, terampil, dan profesional di bidangnya masing-masing. Kita tidak bisa selamanya mengandalkan pada sumber daya alam kita untuk menjadi sumber penghasilan," kata Karolin yang juga Bupati Landak itu.

Untuk mencapai kesejahteraan bersama, lanjutnya, Indonesia membutuhkan manusia-manusia yang cerdas, berkualitas, yang dipersiapkan secara baik ke depannya untuk menghadapi tantangan-tantangan kedepan termasuk peluang ekonomi dan pendidikan yang sesuai dengan potensi didaerah masing-masing.

Harapan mantan anggota DPR RI ini dengan terlaksananya International conference and information day, memberikan dampak yang positif bagi masyarakat di Kalimantan Barat khususnya generasi mudanya.

"Harapan saya dengan adanya kegiatan ini, anak-anak kita mendapatkan wawasan baru, kita bisa maju, kita bisa menghasilkan hal-hal yang besar dan salah satu prosesnya itu melalui diskusi, brainstorming, duduk bersama mengumpulkan ide-ide sehingga akan muncul ide-ide baru," katanya.

Dia juga mengharapkan agar anak-anak memiliki kesamaan dalam pemahaman dan memiliki wawasan yang luas ketika melihat dan mendengar informasi yang disampaikan oleh narasumber yang datang langsung dari Jerman dengan biaya sendiri.

"Semoga semangat para tamu-tamu kita dari Jerman ini menular ke generasi muda kita untuk mau berbagi pengetahuan. Karena pada prinsipnya, pintar itu tidak disimpan sendiri, tetapi harus dibagi-bagi," katanya.

Penulis: Rendra
Editor: Kundori
Bagikan:
Komentar Anda

Berita Terkini