|

Rupinus Larang Keras Tebang Pohon Lokal

Bupati Sekadau, Rupinus, saat memantau sebatang pohon durian yang ditebang dan mengakibatkan ibu dan anak tewas tertimpa pohon tersebut (ist)
SEKADAU (Suara Sekadau) - Bupati Sekadau Rupinus, dengan tegas meminta kepada masyarakat Kabupaten Sekadau yang masih melakukan aktivitas penebangan kayu durian, kayu tengkawang dan jenis kayu lainnya secara ilegal, mulai saat ini harus dihentikan. Hal ini disampaikan Rupinus saat melihat lokasi kejadian sebatang pohon durian berukuran sedang yang ditebang oleh seorang pekerja yang akhirnya menyebabkan kematian ibu dan anak setelah tertimpa pohon durian di di dusun Kibang Desa Lubuk Tajau sekitar 1 km dari simpang Sekotong Kecamatan Nanga Taman, Minggu, 2 Juli 2017.

“Saya ingatkan jangan ada lagi yang coba-coba nebang pohon durian, pohon tengkawang dan jenis pohon lainnya di kabupaten sekadau untuk diperjual belikan. Jaringannya juga harus diputuskan,” tegas Rupinus.

Bupati Rupinus juga mengingatkan supaya jangan ada lagi pihak-pihak yang bermain dengan penebangan kayu di kabupaten sekadau.

"Jangan memberikan kelonggaran atau kemudahan bagi para pemain dan pekerja kayu ilegal lagi di Kabupaten Sekadau. Ini kasus yang terakhir, jangan terulang lagi,” pinta Rupinus.

Rupinus menyebutkan, selama ini pemkab sekadau tidak pernah mengeluarkan Surat Keterangan Asal Usul (SKAU). “Kita pertanyakan kenapa mereka (pekerja, penjual dan pembeli) masih bebas kerja di kabupaten sekadau, kita pertanyakan SKAU mana yang mereka gunakan, padahal Pemerintah kabupaten selama ini tidak pernah mengeluarkan SKAU. Tidak mungkin ada pekerjanya, kalau tidak ada pembeli dan penjual, jaringan ini yang harus diputuskan. Kalau tidak begini lama lama pohon durian di kabupaten sekadau akan punah dan tinggal nama. Nenek moyang kita dulu dengan bersusah payah mewariskan pohon durian untuk anak cucunya, tetapi sekarang terbalik, pohon durian yang sudah diwariskan oleh nenek moyang habis ditebang,”tutur Rupinus.

Ia juga menghimbau kepada para kepada desa di kabupaten sekadau supaya membuat kebijakan atau peraturan tentang pelarangan penebangan pohon sembarangan.

"Kita himbau para kades supaya membuat kebijakan supaya masyarakat jangan mudah menebang pohon durian,” pinta Rupinus.

Atas peristiwa yang menyebabkan kematian bagi seorang ibu dan anaknya yang masih berusia 2 bulan akibat tertimpa pohon durian, Bupati minta supaya diusut tuntas karena ini adalah sudah masuk dalam kasus kriminal.

 “Kita minta usut tuntas kasus penebangan pohon yang menyebabkan dua orang warga dusun pantok tewas. Karena ini adalah kasus kriminalitas. Dan mulai saat ini, hari ini aktivitas penebangan pohon di kabupaten sekadau harus dihentikan. Jangan ada lagi pihak mana pun yang coba coba bermain dengan penebangan kayu secara ilegal di kabupaten sekadau,” tegas Rupinus.

Penulis : Hartono, Humas Pemkab Sekadau
Editor    : Benidiktus G Putra
Bagikan:
Komentar Anda

Berita Terkini