-->
    |

Hot Spot di Sekadau Menurun Drastis, Berkat Kesadaran Masyarakat

Kepala pelaksana BPBD Sekadau, Akhmad Suryadi menunjukkan ketentuan pembakaran lahan hasil kesepakatan bersama.

SEKADAU (Suara Sekadau) - Jumlah titik panas (hot spot) di Kabupaten Sekadau yang terdeteksi hingga awal September 2017 ini sebanyak 34 titik. Jumlah ini menurun signifikan jika dibanding tahun 2016 lalu.

"Tahun lalu yang terdeteksi secara resmi ada 182 hot spot, terhitung januari hingga november. Alhamdulillah menurun cukup drastis," ujar Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sekadau, Akhmad Suryadi, Selasa (5/9) siang.

Tren positif itu, kata Akhmad, mengindikasikan tingkat kesadaran masyarakat semakin tinggi untuk membakar ladang secara lebih tertib.

Sampai saat ini, Satgas Karhutla yang terdiri dari berbagai stakeholder seperti BPBD, Kepolisian, TNI, pemerintah kabupaten, kecamatan hingga desa, bahkan tokoh masyarakat dan tokoh adat, terus menggalakkan sosialisasi agar membakar lahan secara teratur sesuai ketentuan yang disepakati.

"Tanggal 31 Agustus lalu sudah dilakukan rapat koordinasi lintas sektoral, disepakati beberapa poin sebagai rambu-rambu membakar lahan, tentu saja mengedepankan kearifan lokal sesuai amanah UU nomor 32 tahun 2009. Kita juga mengharapkan peran tokoh masyarakat dan tokoh adat supaya aktif memberikan pemahaman kepada masyarakat di tempat masing-masing," tutur Akhmad.

Beberapa ketentuan membakar lahan hasil rakor tanggal 31 Agustus diantaranya membakar lahan pukul 17.00 sampai 24.00 WIB, lahan yang dibakar maksimal 2 hektar, serta wajib melapor kepada Satgas setempat sebelum membakar lahan.

"Satgas juga boleh diminta untuk ikut mendampingi proses pembakaran lahan," pungkas Akhmad Suryadi.

Penulis : Benidiktus G Putra

Bagikan:
Komentar Anda

Berita Terkini