-->
    |

Warga Ngeluh Kualitas Raskin, Dewan Ikut Gusar

Raskin yang dibeli Iskandar, warga Sekadau sebanyak 8 kilogram seharga 20 ribu rupiah. Kualitas raskin dikeluhkan masyarakat karena lapuk, berbau dan berkutu (beras dalam foto sudah dipindahkarungkan).

SEKADAU (Suara Sekadau) - Pemerintah mengeluarkan kebijakan subsidi beras untuk masyarakat berpenghasilan rendah atau lebih dikenal beras miskin (raskin) untuk meringankan beban masyarakat dalam memenuhi kebutuhan sehari-hari. Raskin dijual dengan harga terjangkau karena sudah disubsidi.

Namun, jangan mentang-mentang judulnya Raskin, kualitasnya malah dikesampingkan. Realitanya, ini masih terjadi.

Rabu (20/9), seorang warga bernama Iskandar mengelukan mutu raskin yang ia terima. Ia mengatakan, beras tersebut secara fisik berwarna kekuningan, lapuk, dan berkutu.

"Saya coba beli 8 kilo harganya 20 ribu, berasnya saya salin ke karung lain karena hanya beli sedikit. Kalau dimasak nasinya berwarna kuning kecoklatan dan sedikit berbau," kata Iskandar.

Meski meyakini beras tersebut aman dikonsumsi, namun Iskandar mengaku tidak mau memasak Raskin untuk santapan keluarga.

"Kalau bagus sih kita makan lah. Kalau macam ini kasihan anak-anak makan beras apek, mending untuk umpan ayam," tuturnya.

Wakil ketua DPRD Sekadau, Handi, menyayangkan rendahnya kualitas raskin yang disalurkan ke masyarakat. Ia mempertanyakan proses pemeriksaan sebelum raskin didistribusikan.

 "Apakah tidak diperiksa dulu kualitasnya sebelum didistribusikan ke masyarakat. Harusnya disortir dulu, yang kualitasnya kurang bagus sebaiknya jangan lah," tegas Handi.

Atas kejadian ini, ia mengaku prihatin. Sebab, hadirnya raskin memang sudah ditunggu-tunggu masyarakat khususnya golongan ekonomi menengah kebawah.

"Masa masyarakat kita dikasi beras tidak bagus. Bagaimana kalau jadi penyakit," cetus politisi Gerindra ini.

Penulis : Benidiktus G Putra

Bagikan:
Komentar Anda

Berita Terkini