-->
    |

Wah, Perwakilan MJP Klaim Fee 5 Persen Kesepakatan dengan Pemda, Namun tak Bisa Tunjukkan Bukti

SEKADAU (Suara Sekadau ) - Polemik potongan fee management PT MJP terus bergolak. Banyak pihak yang mengecam pungutan tersebut. Termasuk serikat petani kelapa sawit (SPKS).

Koordinator bidang pendidikan dan advokasi SPKS Kabupaten Sekadau, Sudarno meminta agar PT MJP tidak lagi melakukan pemungutan fee yang 5 persen itu. Karena, kata Darno, selain tidak ada dasar hukumnya, potongan tersebut juga bertentangan dengan prinsip-prinsip dasar perkebunan berkelanjutan yang sekarang  sedang dijadikan standar perkebunan kalapa sawit, baik itu RSPO yang menjadi standar dunia maupun ISPO yg menjadi standar Nasional.

Menurut Darno, pihak PT MJP sempat mengeluarkan pernyataan bahwa potongan tersebut sudah melalui kesepakatan dengan Pemkab Sekadau.

"Kita sangat  menyayangkan pernyataan dari pihak PT MJP pada saat verifikasi penetapan indek "K" di perkebunan provinsi tgl 14 september lalu, yang menyatakan bahwa pemotongan fee 5% tersebut adalah kesepakatan dengan pemerintah
Kabupaten Sekadau. Namun ketika ditanya kapan dan diminta menunjukan surat kesepakatan dimaksud, mereka tidak bisa  menunjukannya," ungkap Sudarno, (9/10).

Darno sendiri sangsi dengan klaim pihak PT MJP tersebut. Ia khawatir pihak perusahaan menjadikan Pemkab Sekadau sebagai tameng.

"Waktu pertemuan itu Ibu Erlina perwakilan PT MJP yang mengatakan ada kesepakatan dengan pemda Sekadau. Kita khawatir, pemerintah daerah dijadikan tameng, padahal itu hanya akal-akalan pihak perusahaan saja. Kita minta perusahaan stop  mengambil hak petani," tegas Darno.

Sayangnya, manajemen PT MJP di Sekadau belum dapat memberikan klarifikasi terkait hal ini.

Edi Mulyono, Kepala Bidang Perkebunan, Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian dan Perikanan Kabupaten Sekadau saat dikonfirmasi beberapa hari lalu menyatakan pihaknya bahkan tidak tahu-menahu awal mula munculnya potongan tersebut.

"Kami sudah minta perusahaan menurunkan, atau bahkan kalau bisa dihapus potongan itu," ucap Edi kala itu.

Penulis : Benidiktus G Putra



Bagikan:
Komentar Anda

Berita Terkini