-->
    |

Pesan untuk Organisasi Dayak ; Jaga Marwah dan Aktif Dukung Pembangunan

SEKADAU (Suara Sekadau) - Pengurus Dewan Adat Dayak (DAD) Kabupaten Sekadau serta pengurus Pemuda Dayak (PD) dan Perhimpunan Perempuan Dayak Kabupaten Sekadau periode 2017-2022 dikukuhkan dan dilantik oleh Ketua DAD Kalbar, Jakius Sinyor, Sabtu 4 November 2017 di gedung Kateketik.

Acara pelantikan berlangsung meriah dan sukses. Selain ketua DAD Kalbar, acara itu juga dihadiri Bupati dan Wakil Bupati Sekadau, Ketua dan anggota DPRD, Kapolres, Pabung Kodim 1204, para pimpinan SKPD Pemkab Sekadau, tokoh MABM, MABT, dan paguyuban lainnya.

Bupati Sekadau, Rupinus yang juga mantan ketua DAD Sekadau dalam sambutannya berpesan agar DAD, PD, perhimpunan perempuan Dayak, dapat menjaga nama baik dan marwah warga Dayak, khususnya di Kabupaten Sekadau.

"DAD, juga pemuda dayak dan komponen lain tidak punya wewenang untuk menghukum adat orang, itu wewenangnya para timanggong (temenggung). Jadi marwah Dayak harus benar-benar dijaga, ini harus diingat ya," katanya mewanti-wanti.

Rupinus juga menekankan agar DAD dan PD selalu berkoordinasi dan menjalin komunikasi dengan pemerintah daerah dan unsur forkopimda.

"Jangan jalan sendiri-sendiri," tegasnya

Ketua DAD Kalbar, Jakius Sinyor dapam arahannya meminta agar DAD, PD, dan PPD terlebih dahulu melakukan konsolidasi di internal masing-masing.

"DAD bukan untuk tandingan pemerintah. DAD bisa berperan dalam pembangunan, misalnya sebagai fungsi kontrol sosial," tutur Jakius.

Kepada pemuda Dayak, Jakius mengingatkan tantangan pemuda sangat berat dan variatif di era ini. Ia memuji kemajuan pemuda dayak, khususnya dalam bidang sumberdaya manusianya.

"Ini tadi saya lihat pendidikannya tinggi-tinggi, bahkan ada yang S2. Itu harus mampu diterapkan sesuai keahlian masing-masing. Pemuda dayak harus maju, ambil bagian dalam pembangunan," pesan Jakius.

Ia juga mengharapkan perempuan dayak dapat aktif mengambil bagian dalam pembangunan sesuai bidangnya.

"Contohnya, sekarang angka kematian anak ibu salah satu persoalan yang dihadapi, perempuan dayak silahkan berpartisipasi, dalam bidang lainnya juga bisa," kata Jakius memberi gambaran.

Di akhir sambutannya, Jakius juga mengingatkan DAD maupun organisasi dayak lainnya yang merupakan organisasi sosial harus memiliki kelengkapan resmi.

"Supaya kalau ada bantuan yang tidak mengikat dapat dipertanggungjawabkan," ucap Jakius.

Penulis : Benidiktus G Putra
Bagikan:
Komentar Anda

Berita Terkini