-->
    |

Penjualan Sawit Mandiri ke Luar Daerah Tidak Dilarang

Bernadus Mohtar, ketua SPKS Sekadau (kiri). Albertus Pinus, ketua DPRD Sekadau (kanan)

SEKADAU (Suara Sekadau) - Perdagangan tandan buah segar kelapa sawit milik petani mandiri sampai sejauh ini belum ada aturan yang membatasi, baik dalam hal kuota maupun pemasaran. Hal tersebut dibenarkan Serikat Petani Kelapa Sawit (SPKS) Kabupaten Sekadau.

Ketua SPKS Sekadau, Bernadus Mohtar, S.Pd mengatakan, khusus petani mandiri, selama tidak ada ikatan kontrak dengan pabrik kelapa sawit yang ada di sekitar kebun petani, maka petani bisa saja menjual TBS ke pabrik mana pun.

"Tentunya petani cenderung memilih dimana harga yang lebih baik," kata Mohtar, Selasa (6/2) sore.

Menyikapi semakin banyaknya pengumpul atau tengkulak TBS mandiri, SPKS memandang selama belum ada aturan yang mengikat, bisnis tersebut boleh-boleh saja.

"Kebanyakan yang menjual TBS ke pabrik kan tengkulak, ada juga yang berbadan hukum (CV). Karena, petani kan jualnya ke tengkulak. Itu sah-sah saja sejauh ini," tutur Mohtar.

Dalam konteks bisnis, pabrik kelapa sawit yang ada di sekitar petani mandiri diharapkan ikut membina petani.

"Dengan cara membeli buah milik petani," ujar Mohtar.

Ketua DPRD Sekadau, Albertus Pinus, juga berpendapat sama. Menurutnya, belum ada larangan TBS petani mandiri dijual ke luar daerah.

"Kalau ada larangan, ada aturannya tidak. Kalau larang pakai mulut, susah. Sekarang semua ada aturannya. Itu monopoli namanya," kata Pinus dikonfirmasi secara terpisah.

Kecuali, sambung Pinus, TBS milik perusahaan perkebunan kelapa sawit. Misalnya, PT A memiliki kebun sekaligus pabrik.

"Contohnya sawit PT MJP. Ya dijual ke Gunas group," pungkas politisi PDIP itu. *

Penulis : Benidiktus G Putra


Bagikan:
Komentar Anda

Berita Terkini