-->
    |

Prily Apriliani, Balita Penderita Sakit Mata Asal Sekadau Butuh Bantuan



SEKADAU (Suara Sekadau) – Prily Apriliany masih didekap sang ibu saat rombongan yang terdiri dari Bhabinkamtibmas, Babinsa dan perangkat Desa Sungai Ringin beserta sejumlah anggota Ikatan Wartawan Kabupaten Sekadau (IWAS) mendatangi tempat tinggalnya di RT 21, RW 7, Gang Murai, Desa Sungai Ringin, Rabu (21/2) sore.

Ia menangis saat melihat rombongan datang. Mungkin, balita berusia 1 tahun 10 bulan itu sedikit takut akan kedatangan orang yang ia kenal.

Prily nasibnya sedikit malang dari anak lain. Di usia yang masih sangat belia, ia harus menjalani hari-hari dengan rasa sakit yang mungkin saja sangat hebat.

Balita mungil itu mengalami sakit pada bagian mata sebelah kiri. Bagian tubuh yang sangat vital itu mengalami pembengkakan, bahkan menonjol ke luar. Juga terdapat semacam selaput lendir yang menutupi bola matanya, membuatnya terlihat selalu basah. Warna bola matanya pun berubah kemerahan. Tak terbayangkan betapa sakit yang harus ia tahan. Sayang Prily belum fasih berbicara untuk mengungkapkan rasa sakitnya.

Sakit tersebut sendiri sudah ia derita selama lebih kurang empat bulan terakhir.

Menurut Yohanes Nyengki, ayah Prily, awalnya hanya muncul bengkakan kecil. Lama-kelamaan, ukurannya makin membesar. Prily sudah dibawa berobat ke Sintang, Pontianak, hingga ke Kuching dua kali.

“Setelah dari Kuching, kan di kemo (terapi). Kemudian diberi obat. Sekarang sudah agak mendingan. Bengkaknya mulai surut. Tapi dia masih sering nangis,” ujar Nyengki.

Nyengki menuturkan, dokter yang menangani Prily di Kuching mendiagnosa terdapat daging yang tumbuh dari bagian belakang matanya. Itulah yang diduga membuat mata Prily terdorong ke luar.

“Nanti tanggal 5 Maret disuruh ke Kuching lagi. Dokter mau periksa perkembangannya. Apakah harus di operasi atau tidak, belum tahu juga,” tuturnya.

Untuk membiayai pengobatan di rumah sakit luar negeri, tentu butuh biaya besar. Jika di rumah sakit dalam negeri, mungkin bisa dibantu melalui program BPJS Kesehatan.

Nyengki tak dapat menutupi rasa sedihnya akan apa yang dialami putri keduanya itu. “Mau tidur saja harus dibawa jalan-jalan pakai motor dulu sampai tidur. Setelah itu baru dibaringkan di kasur,” cerita Nyengki.

Bhabinkamtibmas Desa Sungai Ringin, Brigpol Anggre Jaya mengatakan, pihaknya bersama Pemdes Sungai Ringin dan Babinsa akan berupaya membantu sebisa mungkin.

“Karena meskipun keluarga pak Nyengki ini tinggal di wilayah Desa Sungai Ringin, tapi KK dan KTP nya masih di desa Sungai Sambang. Mungkin untuk tahap awal kita bantu pengurusan administrasi dulu,” kata Anggre.*

Penulis : Benidiktus G Putra









Bagikan:
Komentar Anda

Berita Terkini