-->
    |

Dinilai Bantu Ekonomi Masyarakat, Dewan Sayangkan Upaya Penutupan Loading Ram TBS

Aktivitas loading ram TBS kelapa sawit di Desa Peniti. Insert ; Handi, wakil ketua DPRD Sekadau.

SEKADAU (Suara Sekadau) - Kehadiran loading ram tandan buah segar kelapa sawit milik pihak swasta di kawasan Desa Peniti, Kecamatan Sekadau Hilir cukup banyak membantu para petani kelapa sawit, khususnya petani sawit mandiri. Terbukti dengan cukup banyak petani yang menjual TBS ke loading ram tersebut, meskipun baru efektif beroperasi terhitung sejak bulan november 2017 lalu.

"Mayoritas pelanggan kita petani mandiri. Tiap harinya lebih kurang100 ton yang kita muat," ujar Winoto, staf administrasi loading ram CV Lintas Sawit Abadi (LSA) Desa Peniti, beberapa hari lalu.

Dikatakan Winoto, pihaknya memberlakukan harga yang sama untuk TBS usia muda dan TBS usia produktif. TBS yang dibeli dari petani dibayar secara kontan di tempat. Selain itu, indeks grading juga sudah ditetapkan sebesar 3 persen.

"Untuk harga TBS kita berlakukan sama antara usia awal dengan yang usia matang. Kita juga kadang bantu petani kalau mereka minta jemput TBS ke lokasi yang terjangkau, bebas biaya angkut," tutur Winoto.

Untuk pekerja, loading ram CV LSA memberdayakan masyarakat setempat. Menurut Winoto, semua pekerja berasal dari Desa Peniti.

"Ada 11 orang, semuanya orang sini kita berdayakan," ucapnya.

Wakil ketua DPRD Sekadau, Handi, menilai kehadiran loading ram tersebut memberikan dampak positif bagi masyarakat Sekadau, khususnya yang mengandalkan komoditi kelapa sawit sebagai sumber penghasilan.

"Kita sangat mendukung kehadiran loading ram tersebut. Karena sangat membantu khusus nya petani mandiri yang berskala kecil. Contohnya, petani panen 150 kilogram. Tidak mungkin mau bawa ke pabrik, lebih besar ongkos dari harga sawit," ujar Handi, (16/3).

Menurutnya, kehadiran pengusaha yang memberikan kontribusi nyata untuk masyarakat harus didukung oleh pemerintah daerah, bukan malah sebaliknya.

"Saya dengar informasi mereka mau di usir dan di stop aktivitas nya oleh instansi terkait. Mengapa begitu. Apa yang menjadi kerugian daerah ketika mereka membantu petani kecil dan apa yang mereka langgar. Menurut saya sangat tidak masuk akal pemikiran tersebut," kritik politisi Gerindra itu.

Apalagi, lanjut Handi, selama ini usaha tersebut sudah membuka lapangan kerja dan tidak pernah ada komplain dari masyarakat.

"Sedangkan yang bikin ribut dan resah selama ini justru dipertahankan," pungkasnya. *

Penulis : Benidiktus G Putra

Bagikan:
Komentar Anda

Berita Terkini