-->
    |

Tidak Ada Kelangkaan Pupuk Subsidi di Sekadau

Stok pupuk subsidi di gudang salah satu distributor di Sekadau selalu tersedia. Ini menepis isu kelangkaan pupuk subsidi di Kabupaten Sekadau.

SEKADAU (Suara Sekadau) - Beberapa waktu lalu, sempat merebak isu kelangkaan pupuk subsidi di wilayah Kabupaten Sekadau. Bahkan, ada kelompok tani yang disebut-sebut tidak mendapat alokasi pupuk subsidi selama bertahun-tahun.

Namun, kabar tersebut dipastikan tidak benar. Hal ini ditegaskan Kepala Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian, dan Perikanan (DKP3) Kabupaten Sekadau melalui Kepala Seksi Pupuk, Pestisida dan Mesin Pertanian, Kamelson, SP.

"Tidak ada kelangkaan pupuk subsidi di Kabupaten Sekadau," tegas Kamelson, Selasa (13/3).

Kamelson mengatakan, mekanisme pengajuan kuota pupuk subsidi sudah sangat jelas. Tiap-tiap kelompok tani menyusun Rencana Definitif Kebutuhan Kelompok (RDKK) yang disetujui oleh Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL) setempat, kemudian diajukan ke Dinas Pertanian.

"Selanjutnya, kami di dinas menyerahkan RDKK tersebut kepada distributor pupuk, nanti distributor ajukan lagi ke produsen. Itu pun penyalurannya tidak serta-merta seperti membeli pupuk non subsidi di toko, ada alur mekanismenya. Dan penyaluran pupuk subsidi ini sangat ketat pengawasannya," terang Kamelson.

Ia menambahkan, jika ada keluhan dari petani atau kelompok tani yang mengaku tidak mendapat jatah pupuk subsidi, itu mungkin saja karena pemahaman tentang alur untuk memperoleh pupuk subsidi kurang mendalam. Atau, poktan bersangkutan belum menyusun RDKK dan mengikuti prosedur yang semestinya.

"Kami berharap poktan lebih aktif menyusun RDKK, berkoordinasi dengan PPL masing-masing, atau datang kepada kami juga boleh, kita sama-sama cari solusinya. Kami juga siap turun ke lapangan," tutur Kamelson.

Meski demikian, Kamelson tak menampik jika kuota pupuk bersubsidi untuk Kabupaten Sekadau belum memenuhi harapan. Ia menyebutkan, setiap tahun idealnya dibutuhkan sekitar 15 ribu ton pupuk subsidi untuk memenuhi kebutuhan bidang pertanian, perkebunan, palawija dan sebagainya.

"Terakhir kuota yang kita dapat di kisaran 5.000 ton," kelas Kamelson.

Sementara itu, salah seorang distributor pupuk subsidi resmi di Kabupaten Sekadau, Alek mengaku stok pupuk subsidi di gudang miliknya saat ini masih tersedia.

"Stok selalu siap, kalau sudah mau habis biasanya langsung dikirim lagi dari produsen. Yang jelas jumlahnya sesuai kuota yang diajukan sesuai RDKK. Kita juga menyalurkan pupuk sesuai data, jika tidak ada RDKK kita tidak berani," terang Alek. *

Penulis : Benidiktus G Putra


Bagikan:
Komentar Anda

Berita Terkini