-->
    |

Panwaslu Sekadau Gelar Rakor Partisipatif Pengawasan Pemilu

SEKADAU (Suara Sekadau) - Panitia Pengawas Pemilu (Panwaslu) Kabupaten Sekadau mengadakan rapat koordinasi pengawasan pemilu partisipatif, Senin (14/5) di hotel Vinca Borneo.

Kegiatan tersebut dibuka oleh anggota Bawaslu Provinsi Kalbar, Faisal Riza, dan dihadiri oleh Kapolres Sekadau dan Kajari Sekadau sebagai pemateri.

Sebagai peserta, hadir sejumlah pimpinan partai politik, para kepala desa, organisasi wanita, tokoh-tokoh masyarakat dan tokoh agama.

Anggota Bawaslu Kalbar, Faisal Riza dalam sambutannya mengatakan, untuk mencapai pemilu yang sukses, perlu peran serta seluruh lapisan masyarakat untuk turut mengawasi agar kecurangan dalam pemilu dapat diminimalisir.

"Tanpa pengawasan akan muncul berbagai dampak tidak baik. Kita ingin masyarakat punya peran aktif dalam mengawasi pemilu," kata Riza.

Apalagi, sambung Riza, berdasarkan pernyataan dari pihak kepolisian, Kalbar termasuk dalam tiga wilayah paling rawan konflik pilkada.

"Seluruh Indonesia, bahkan Kalbar disebut-sebut yang paling rawan," tutur Riza.

Sementara, dari sudut pandang Bawaslu, setidaknya ada tiga dimensi kerawanan dalam Pilkada.

"Yakni dari aspek partisipasi, kontestasi dan penyelenggaraan," tambahnya.

Satu hal yang tak kalah rawan yakni media sosial. Sebab, melalui akun media sosial, seseorang dapat dengan mudah menyebar berita bohong maupun provokasi.

"Belum lama kita lapor satu akun facebook ke Polda Kalbar," ungkap Riza.

Ketua Panwaslu Kabupaten Sekadau, Nur Soleh meminta agar elemen masyarakat proaktif melaporkan kecurangan pemilu, misalnya politik uang. Ia juga menegaskan agar unsur ASN dan kepala desa tidak berpolitik praktis.

Rakor tersebut juga diisi sesi tanya jawab dan dialog antar peserta dan narasumber. *

Penulis : Benidiktus G Putra

Bagikan:
Komentar Anda

Berita Terkini