-->
    |

KOMPAS Gelar Diskusi Publik, Dorong Percepatan Terwujudnya Kabupaten Sekadau Layak Anak

SEKADAU (Suara Sekadau) - Koalisi Organisasi Masyarakat Peduli Anak Sekadau (KOMPAS) menggelar Diskusi Publik untuk rekomendasi KOMPAS tahun 2018 dengan melibatkan Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk, dan Keluarga Berencana, Dinas Sosial, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Forum Anak Daerah, sejumlah Puskesmas, serta beberapa unsur lainnya. Diskusi umum itu dilaksanakan di aula gedung PKK Kabupaten Sekadau, Rabu (1/8) pagi.

Koordinator KOMPAS, Suryati, mengatakan tujuan utama dari rangkaian kegiatan KOMPAS yakni mewujudkan Kabupaten Sekadau sebagai Kabupaten Layak Anak (KLA).

Beberapa upaya lainnya yang dilakukan untuk mencapai tujuan itu diantaranya melalui pendekatan Suara dan Aksi Warga Negara atau Citizen Voice and Action,  mau pun Konsultasi Publik di Kec. Sekadau Hilir,Kec. Nanga Taman dan Belitang Hilir untuk mendorong peningkatan anggaran di Kluster Kesehatan Dasar dan kesejahteraan KLA.

"Kami menarik beberapa kesimpulan, diantaranya bahwa Pemkab Sekadau sudah memiliki komitmen dengan membentuk Gugus Tugas KLA, juga dengan PERDA No. 8 tahun 2014 tentang kesehatan ibu, bayi baru lahir, bayi, balita dan anak," ujar Suryati dalam presentasinya.

KOMPAS juga memberikan beberapa rekomendasi kepada Pemkab Sekadau diantaranya yakni mendorong diterbitkannya PERDA KLA.

"Perda sebagai landasan yuridis dalam mengimplementasikan KLA di lapangan," tutur Suryati.

Rekomendasi lain yang juga penting diantaranya peningkatan persentase urusan kesehatan dalam APBD 2019,  serta peningkatan anggaran sanitasi air bersih, imunisasi, dam sosialisasi rumah tunggu persalinan.

Dalam diskusi publik itu, Forum Anak Daerah Kabupten Sekadau juga diberikan kesempatan untuk menyampaikan beberapa rekomendasi kepada Pemkab Sekadau untuk mendorong percepatan terwujudnya KLA.

Anggota KOMPAS terdiri dari berbagai organisasi masyarakat sipil seperti WKRI, Muhammadiyah, GOW, FPPS, DAD, Forum Anak, WVI dan lain-lain. Berdirinya KOMPAS juga didanai oleh Uni Eropa untuk mendorong partisipasi masyarakat sebagai mitra pemerintah.*

Penulis : Benidiktus G Putra
Bagikan:
Komentar Anda

Berita Terkini