-->
    |

Ini Penjelasan Dinas PU Soal Jalan Kumpang Ilong dan Meragun

SEKADAU (Suara Sekadau) - Komisi 2 DPRD Sekadau menggelar rapat bersama Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang, Jum'at (24/8), di ruang rapat komisi DPRD Sekadau.

Rapat dipimpin ketua komisi 2, Musa, dihadiri wakil ketua DPRD Sekadau yang juga koordinator komisi 2 Handi, dan anggota komisi 2 Subandrio.

Dari Dinas PU hadir kepala dinas Ahmad Suryadi beserta Kabid Bina Marga Ahmad Urabi, Kabid Sumberdaya Air Jupri, dan perwakilan Kabid Cipta Karya, Gabriel.

Ketua komisi 2 Musa mengatakan, pihaknya beberapa waktu lalu sudah melakukan kunjungan kerja ke sejumlah lokasi proyek yang didanai APBD Kabupaten Sekadau. Kunker tersebut bertujuan untuk melihat sejauh mana progres pekerjaan fisik, serta menginventarisir masalah-masalah di lapangan.

Salah satu persoalan yang ditemui komisi 2, kata Musa, yakni soal progres pengerjaan jalan Kumpang Ilong-Balai Sepuak yang belum sesuai harapan.

"Kita melihat progresnya lambat. Kita berharap, anggaran yang sudah dialokasikan dapat terserap dengan baik. Apalagi proyek itu menggunakan dana DAK, jika tidak terserap akan ditarik pemerintah pusat dan bisa dipotong tahun berikutnya," kata politisi PDIP.

Wakil ketua DPRD Sekadau, Handi menambahkan, persoalan serapan dana DAK merupakan pekerjaan rumah pemerintah daerah.

"Kita tidak ingin ada pekerjaan yang tidak selesai, khususnya dana DAK," tutur Handi.

Ia juga menanyakan soal proses pelelangan jalan Meragun dan Kenore. "Ingin tahu mengapa belum terealisasi sampai sekarang, apa masalahnya," tambah ketua DPC Gerindra Sekadau itu.

Anggota komisi 2 Subandrio juga menginginkan setiap anggaran yang sudah dikucurkan dapat memberikan manfaat untuk masyarakat.

"Diharapkan semua dana yang masuk dapat dieksekusi. Supaya visi misi maju, mandiri dan berdaya saing tidak sekedar slogan, khususnya untuk infrastruktur di wilayah 3 Belitang," harap Subandrio.

Ia juga menekankan agar pembangunan berpedoman pada prinsip pemerataan, bukan orientasi keuntungan

"Yang di belakang bukit perlu kita bangun, yang bawa badan saja susah, apalagi material. Jangan hanya di kota saja yang serba mudah," pinta legislator Nasdem.

Kepala Dinas PU dan Penataan Ruang, Akhmad Suryadi menjawab pertanyaan-pertanyaan komisi 2 secara mendetail.

Untuk jalan Kumpang Ilong-Balai Sepuak, Akhmad mengakui progresnya memang lambat. Namun, hal tersebut dikarenakan berbagai persoalan sosial.

"Terutama masalah angkutan sawit. Banyak spot-spot yang mengalami kerusakan, saya minta pelaksana perbaiki yang rusak dulu. Totalnya ada 34 titik. Awalnya pekerjaan hot mix direncanakan 5 kilometer, namun karena banyak untuk perbaikan yang rusak akhirnya dikurangi menjadi 3,6 kilometer," jelas Akhmad.

Namun, ia menegaskan akan memberi waktu kepada pihak pelaksana hingga awal September untuk mengejar progres teknis mencapai 15 persen.

"Jika tidak tercapai akan kita kenakan peringatan pertama," kata dia.

Terkait proses lelang jalan Meragun, Akhmad menyatakan sebelumnya memang sudah ditetapkan pemenang lelang proyek tersebut. Namun, kemudian terdapat indikasi permalasahan pada dokumen pemenang lelang.

"Sehingga lelang dibatalkan," terang Akhmad.

Saat ini, proses terhadap dokumen tersebut dikabarkan sedang berada di tangan Aparat Pengawas Intern Pemerintah (APIP) Kabupaten Sekadau. Dinas PU, kata Akhmad, sifatnya menetapkan pemenang lelang yang dinyatakan memenuhi syarat oleh pokja pelelangan.

"Sampai saat ini masih menunggu penetapan oleh APIP. Namun lelang belum dapat dikatakan gagal," pungkas Akhmad.*

Penulis : Benidiktus G Putra
Bagikan:
Komentar Anda

Berita Terkini