-->
    |

Tak Patuhi Ketetapan Harga TBS, Politisi Gerindra Minta Pabrik CPO Disanksi

Yodi Setiawan

SEKADAU (Suara Sekadau) - Harga tandan buah segar (TBS) kelapa sawit sedang anjlok. Hal ini membuat petani kelapa sawit menjerit.

Anggota DPRD Sekadau Yodi Setiawan mengaku prihatin akan rendahnya harga TBS.

"Bahkan di pabrik pun harganya rendah, kasihan para petani kelapa sawit kita," ujar Yodi, (6/9).

Adanya disparitas harga TBS antara pabrik satu dengan pabrik lainnya semakin membuat petani bingung.

Padahal, pemerintah sudah menetapkan harga ideal kelapa sawit melalui indeks K. Semestinya, kata Yodi,  harga tersebut menjadi acuan.

"Di pabrik PT Parna Agro Mas harganya di kisatan 800 rupiah per kilogram, sangat tidak relevan dengan ketetapan harga indeks K. Sementara di pabrik lain ada yang harganya 1.200 rupiah per kilo," tutur politisi asal Kecamatan Belitang Hilir.

Ia pun mengharapkan ada ketegasan dari pihak terkait agar ketimpangan harga TBS tidak terlalu signifikan.

"Kaau perusahan atau pabriknya masih bandel, pemerintah berhak memberi sanksi. Karena ini menyangkut hajat hidup orang banyak. Kalau tidak mau mengikuti aturan pemerintah, aturan mana lagi yang mau mereka gunakan," pungkas Yodi.

Informasi yang dihimpun suarasekadau.co.id dari sumber terpercaya, ketetapan harga TBS wilayah Kalbar periode II Agustus 2018 adalah sebagai berikut ;

Indeks K = 88,26%
CPO = 6.548,50
PK = 5.117,04
3 = 1.079,29
4 = 1.169,96
5 = 1.253,01
6 = 1.289,65
7 = 1.338,06
8 = 1.378,79
9 = 1.417,82
10-20 = 1.466,41
21 = 1.438,29
22 = 1.428,92
23 = 1. 365,66
24 = 1.334,45
25 = 1.293,42
*

Penulis : Benidiktus G Putra
Bagikan:
Komentar Anda

Berita Terkini