-->
    |

Politisi Hanura Minta Mafia Harga TBS Dipidana

Liri Muri

SEKADAU (Suara Sekadau) - Anggota DPRD Sekadau dari partai Hanura, Liri Muri meminta pihak ketiga yang membeli buah kelapa sawit dari petani di wilayah Belitang Hulu dan sekitarnya dengan harga 450 rupiah per kilogram, agar dipidanakan.

"Karena mereka membeli TBS dengan harga yang tidak sesuai dengan ketentuan indeks K yang ditetapkan pemerintah, jadi harus dipidana," kata Liri, Selasa (9/10).

Liri mengatakan, CV Prima Jasa sebagai pihak ketiga yang bermitra dengan pabrik kelapa sawit PT Grand Utama Mandiri (GUM) telah melakukan praktik bisnis yang kotor dan mencekik petani.

Ia menambahkan, CV Prima Jasa mengantongi kontrak kerja dengan pabrik kelapa sawit milik PT GUM. Oleh sebab itu, setiap TBS yang akan masuk ke pabrik harus melalui CV Prima Jasa. Dengan kata lain, mereka sudah melakukan monopoli perdagangan TBS.

"Petani tidak bisa menjual TBS langsung ke pabrik, sebab harus melalui CV Prima Jasa. Hal ini mereka manfaatkan untuk menentukan harga semau-maunya," kecam Liri.

Selain tidak patuh pada ketentuan harga pemerintah, tambah Liri, CV Prima Jasa juga melanggar Peraturan Gubernur Kalbar momor 86 tahun Tahun 2015 tentang petunjuk pelaksanaan penetapan indek K dan harga pembelian tandan buah segar kelapa sawit produksi perkebunan.

Pada pasal 12 ayat (1) Pergun tersebut berbunyi, pabrik kelapa sawit yang berada diwilayah Kalimantan Barat wajib membeli TBS pekebun melalui kelembagaan pekebun kelapa sawit dan atau kelompok pekebun kelapa sawit sesuai harga yang ditetapkan tim.

Sedangkan pasal 12 ayat (2) berbunyi, kewajiban pembelian TBS pekebun kelapa sawit sebagaimana dimaksud pada ayat 1 adalah pekebun kelapa sawit mitra inti plasma dan pekebun kelapa sawit swadaya yang berada disekitar kebun inti radius 30 Km dari PKS dan sudah dimitrakan oleh Kepala dinas yang membidangi perkebunan di Kabupaten kota. *

Penulis : Benidiktus G Putra




Bagikan:
Komentar Anda

Berita Terkini