-->
    |

Kompensasi Lahan dan Tanaman SUTT di Desa Peniti Terhitung 4,5 Miliar Lebih

SEKADAU (Suara Sekadau) - PT PLN melakukan sosialisasi kompensasi tanah bangunan dan tanaman yang berada dibawah ruang bebas Saluran Udara Tegangan Tinggi (SUTT) 150 KV Tayan-Sanggau-Sekadau di Kantor Desa Peniti, Kecamatan Sekadau Hilir, Kamis (29/11).

Kegiatan ini dihadiri perwakilan Camat Sekadau Hilir, perwakilan Polres Sekadau, Danramil Sekadau Hilir, Pj Kepala Desa Peniti beserta perangkat desa, dan puluhan warga pemilik lahan dan tanam tumbuh yang dilintasi jalur SUTT.

Perwakilan PLN, Kumara Bagus mengatakan, pembangunan jaringan SUTT itu merupakan program lanjutan dari kegiatan yang sama di Bengkayang-Landak.

"Nanti akan ada kegiatan penarikan kabel, ini perlu sterilisasi di sepanjang jalur. Bagi lahan, bangunan dan tanam tumbuh yang berada di jalur akan ada kompensasi," kata Bagus.

Sehari sebelumnya, sosialisasi dilakukan di Desa Ensalang. Untuk melakukan penghitungan kompensasi, PLN menggandeng lembaga penilai publik independen yang berlisensi.

Martinus Suprianto dari kantor jasa penilai publik Dwi Haryantono Agustinus Tamba dalam paparannya menyampaikan, kompensasi atas lahan, bangunan dan tanam tumbuh yang terdampak pembangunan publik sudab diatur dalam Peraturan Menteri ESDM no 27 tahun 2018.

"Sebelum tahun 2013, tidak ada aturan tentang kompensasi. Besaran nilai kompensasi sudah diatur dalam Permen ESDM ini. Baru pada tahun 2013 diterbitkan peraturan, dan disempurnakan kembali pada tahun 2018 ini," jelas Martinus.

Untuk wilayah Desa Peniti secara keseluruhan, total kompensasi yang diberikan berdasarkan perhitungan kantor jasa penilai publik Dwi Haryantono Agustinus Tamba berjumlah 4,574 miliar rupiah.

"Harga tanah dihitung tergantung jarak dengan besaran 49.000 sampai 100.000 per meter persegi. Begitu juga tanam tumbuh sudah ditentukan sesuai jenis tanaman," ucap Martinus.

Penulis : Benidiktus G Putra
Bagikan:
Komentar Anda

Berita Terkini