|

Opini ; Fenomena Tenaga Kerja Sarjana Kesehatan



Sarjana kesehatan merupakan  pemberi pelayanan kesehatan. Profesi ini sangatlah mulia dan masih menjadi primadona dalam masyarakat. Oleh karena itu, minat masyarakat khususnya kaum muda sangat tinggi  untuk dapat menjadi sarjana kesehatan. Tingginya  minat masyarakat tersebut dapat dilihat dari banyaknya lulusan sarjana kesehatan (Diploma III, Diploma IV, dan Sarjana). Orang tua, terutama  di daerah pedalaman masih banyak yang mengarahkan dan mendukung anaknya untuk masuk Perguruan Tinggi jurusan kesehatan. Hal ini tentu menjadi suatu peluang dan tantangan dalam masyarakat. Alasan masyarakat untuk memilih masuk Perguruan Tinggi Jurusan Kesehatan diantaranya adalah ingin mengabdikan diri kepada sesama manusia dan ingin cepat mendapatkan pekerjaan yang  sesuai dengan latar belakang pendidikan dan profesi pekerjaan yang dipilih.

Fenomena yang terjadi sekarang adalah banyaknya sarjana kesehatan khususnya Paramedis bekerja tidak sesuai dengan profesi atau  latar belakang pendidikan. Hal ini dapat dilihat dari adanya lulusan Sarjana Kesehatan(Diploma III, Diploma IV, dan Sarjana) yang bekerja di luar bidang kesehatan seperti Bank, Kredit Union, Dealer Motor, Perdagangan, properti, dan pekebunan atau pabrik. Bahkan masih banyak lulusan sarjana kesehatan yang belum mendapatkan lapangan pekerjaan atau pengangguran. Banyaknya sarjana kesehatan khusunya tenaga paramedisyang bekerja tidak pada bidang kesehatan memangmenjadi masalah dan fenomena yang terjadi  dalam perkembangan masa kini. Masalah ini bisa disebabkan oleh  lulusan sarjana kesehatan yang hanya ingin menjadi pencari kerja bukan pencipta lapangan kerja. Belum lagi adanya  tuntutan dari perguruan tinggi yang menginginkan mahasiswanya cepat lulus tanpa diberikan keterampilan yang cukup dalam menghadapi dunia kerja serta kurangnya jumlah lapangan pekerjaan yang mampu menyerap tenaga kerja khususnya Paramedis.Masalah lain adalah institusi pendidikan yang tidak selektif dalam penerimaan kuota mahasiswa hingga melebihi kapasitas. Selain itu Kementerian Kesehatan dan Dikti dalam memberikan ijin pelaksanaan pendidikan belum memenuhi standar akreditasi Badan Akreditasi Nasional-Perguruan Tinggi (BAN-PT), ini dilihat dari adanya penyelenggara pendidikan kejuruan kesehatan yang belum terakreditasi. 

Melihat dari berbagai fenomena atau permasalahan tersebut diatas, ada beberapa faktor pokok menjadi penyebab sarjana kesehatan bekerja tidak pada bidangnya bahkan masih pengangguran yaitu:
1.      Ketidakseimbangan   antara jumlah lulusan sarjana kesehatan atau  tenaga kerja kesehatan yang dihasilkan oleh lembaga pendidikan dengan ketersediaan lapangan kerja bidang kesehatan.
2.      Ketidaksesuaian antara lulusan tenaga kerja yang dihasilkan dengan permintaan terhadap jasa pelayanan kesehatan di masyarakat.
3.      Kurangnya kualitas sumber daya manusia yang mampu untuk bersaing dan siap bekerja baik secara lokal maupun secara internasional .
                       
Pengangguran seringkali menjadi masalah dalam perekonomian karena dengan adanya pengangguran, produktivitas dan pendapatan masyarakat akan berkurang sehingga dapat menyebabkan timbulnya kemiskinan dan masalah - masalah sosial lainnya. Pengangguran yang berkepanjangan juga dapat menimbulkan efek psikologis yang buruk terhadap penganggur itu sendiri maupun keluarganya. Untuk itu, masalah pengangguran menjadi masalah besar dalam masyarakat yang harus menjadi perhatian Pemerintah dan masyarakat pada umumnya. Pengangguran bisa disebabkan oleh rendahnya sumber daya manusia atau bisa karena tidak tersedianya lapangan pekerjaan. Penggangguran yang dialami oleh masyarakat usia produktif sangat merugikan masyarakat.

Dengan adanya sumber daya manusia yang tinggi dan lapangan pekerjaan yang tersedia, maka akan mengurangi angka pengangguran dan dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Sehubungan dengan adanya fenomena di atas, dengan ini ada beberapa saran yang mungkin bisa menjadi solusi atau jalan keluar dalam menghadapi fenomena tersebut, yaitu:
1.      Diharapkan kepada Pemerintah Daerah agar dapat membuka lapangan pekerjaan kepada para lulusan sarjana kesehatan khususnya paramedis dengan membuat kebijakan misalnya setiap Puskesmas Pembantu (Pustu) atau Pos Kesehatan Desa (Poskesdes) wajib ditempati oleh 2 (dua) orang tenaga Paramedis.
2.      Pemerintah membuat regulasi yang jelas tentang pemberian ijin praktekmandiri bagi tenaga  kesehatan khususnya Paramedis.
3.      Bagi lembaga pendidikan agar lebih meningkatkan mutu pendidikan  sesuai dengan permintaan pasar global terhadap pelayanan kesehatan, sehingga tercipta lulusan sarjana kesehatan yang siap bekerja dan mampu bersaing baik secara lokal maupun Internasional.
4.      Semua lembaga pendidikan pada bidang kesehatan wajib terakreditasi BAN-PT sehingga didapatkan lulusan sarjana kesehatan yang berkualitas.
5.      Semua lulusan sarjana kesehatan khususnya paramedis wajib sudah memiliki Surat Tanda Registrasi (STR), sehingga pada saat setelah lulus pendidikan betul-betul sudah siap untuk bekerja.

Mengingat bahwa kesehatan merupakan hal terpenting dalam kehidupan, maka pemberi pelayanan kesehatan harus dapat memberikan pelayanan kesehatan secara profesional dan berkualitas. Urusan kesehatan merupakan urusan wajib pemerintah dan setiap warga negara berhak untuk hidup sehat sesuai dengan amanah Undang-Undang Dasar 1945. Hidup ini akan lebih bermakna apabila kita sehat.(*)

Penulis : MARTINUS RIDI
Penulis merupakan Mahasiswa Program Pasca Sarjana Jurusan Manajemen Sumber Daya Manusia Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Tanjungpura Pontianak.

*Opini ini ditulis langsung penulis. Materi dan redaksi opini merupakan tanggungjawab penuh penulis

Bagikan:
Komentar Anda

Berita Terkini