|

Harga Tengkawang Rendah, Gubernur Diharapkan Turun Tangan

Handi

SEKADAU (Suara Sekadau) - Buah Tengkawang merupakan salah satu komoditi lokal yang memiliki nilai ekonomis.

Saat ini, di beberapa wilayah Kabupaten Sekadau sedang berlangsung musim tengkawang. Masyarakat pun memanfaatkan momen ini untuk menambah penghasilan.

Namun sayang, harga jual buah tengkawang saat ini cukup mengecewakan.

Wakil Ketua I DPRD Sekadau, Handi mengatakan ia kerap didatangi masyarakat untuk menanyakan rendahnya harga tengkawang.

"Kita sudah beberapa kali menerima pengaduan masyarakat soal harga tengkawang. Saat ini harga jualnya di kisaran 800 rupiah per kilogram. Ini cukup mengecewakan," kata Handi, (13/2).

Tengkawang yang biasanya berbuah satu kali dalam lima tahun digadang-gadang menjadi solusi ditengah rendahnya harga komoditas unggulan seperti karet dan kelapa sawit. Jauh panggang dari api. Harga tengkawang malah ikut anjlok.

"Tengkawang ini kan jarang berbuah. Apalagi merupakan salah satu maskot Kabupaten Sekadau. Kasihan masyarakat kita, sudah pikul jauh-jauh, harga tidak seberapa," tutur Handi.

Ia menduga ada permainan harga dari korporasi pembeli buah tengkawang. Untuk itu, ia mengharapkan agar Pemprov Kabar turun tangan untuk menyelamatkan harga tengkawang.

"Setahu kita di Kalbar ini dimonopoli oleh anak perusahaan Wilmar group. Kita berharap pak gubernur mau turun tangan membantu masyarakat kita menstabilkan harga tengkawang ini," pinta politisi Gerindra.

Handi khawatir jika harga tengkawang tak kunjung naik, masyarakat mengalami kejenuhan dan putus asa dalam memelihara pohon tengkawang.

"Jangan sampai masyarakat kita bosan, kemudian menebang pohon tengkawang untuk dijual. Kita mestinya bersyukur masyarakat kita masih setia melestarikan tengkawang," pungkas Handi.*
Bagikan:
Komentar Anda

Berita Terkini