|

PETI di Sungai Ayak, Masif dan Terorganisir

PETI di Sungai Ayak
SEKADAU (Suara Sekadau) - Aktivitas Pertambangan Emas Tanpa Ijin (PETI) di wilayah Sebodau, Kecamatan Belitang Hilir masih merajalela.
Pantauan di lapangan, lokasi PETI yang berjarak sekitar 10 menit menggunakan speed boat dari Sungai Ayak ini terdapat tak kurang dari seratus unit alat penambang emas yang berjejer di sungai Kapuas. Lebih dari separuh badan sungai dipenuhi lanting-lanting penambang. Bahkan, masih ada beberapa lanting yang baru datang dari perhuluan.

Para pekerja pun tampak beraktivitas dengan nyaman meski lokasi mereka tak jauh dari kota Sungai Ayak. Mayoritas pekerja menggunakan mesin 6 silinder serta paralon 12 inci.

Kondisi ini jelas tidak relevan dengan program Zero Illegal yang dikumandangkan Kapolda Kalbar.

Suarasekadau.co.id berkesempatan berbincang dengan salah seorang pekerja yang berasal dari wilayah Kabupaten Melawi. Dari penuturan pekerja tersebut, mereka dapat bekerja dengan nyaman karena ada yang mengkoordinir.

"Hari ini kami istirahat karena alat sedang rusak. Disini ada kepala rombong yang biasa mengatur. Kami hanya bekerja," ujar pekerja tersebut, Sabtu (23/2).



Beberapa waktu lalu, lokasi PETI tersebut sempat digerebek Polres Sekadau yang dipimpin Wakapolres saat itu, Kompol Onisimus Umbu Sairo. Namun, tak lama kemudian aktivitas PETI kembali berjalan.

Pengemudi speed boat yang membawa rombongan wartawan menyebutkan aktivitas PETI di wilayah tersebut sudah berlangsung sekitar 5 sampai 6 bulan belakangan.

"Saking banyaknya unit milik pekerja, kapal tongkang terkadang kesulitan lewat," katanya sembari meminta namanya tak disebutkan.

Ini Videonya:


Penulis : Benidiktus G Putra









Bagikan:
Komentar Anda

Berita Terkini