|

Rupinus Harapkan Perwujudan Desa Mandiri Cepat Tercapai

SEKADAU – Peraturan Gubernur Kalbar Nomor 1 tahun 2019 tentang Percepatan Peningkatan Status Kemajuan dan Kemandirian Desa disosialisasikan di ruang serbaguna lantai II Kantor Bupati Sekadau, Rabu (27/2).

Bupati Sekadau, Rupinus berharap dengan ditetapkannya desa mandiri nantinya, 50 indikator utama dapat terpenuhi.

“Mana yang menjadi tugas desa, kabupaten dan yang berat-berat diajukan ke pemerintah provinsi,” ujar Rupinus.

Ia mengatakan, program tersebut dapat melecut semangat desa-desa agar mampu menjadi mandiri.

Menurutnya, jika pembangunan hanya mengandalkan dana desa dan alokasi dana desa cukup berat. Sehingga, perlu intervensi dari pemerintah kabupaten dan provinsi.

Rupinus juga mengajak peran serta masyarakat di wilayah yang ditetapkan menjadi desa mandiri untuk menyukseskan program tersebut.

Selain itu, ia berpesan agar SKPD terkait menindaklanjuti intervensi yang menjadi kewenangan kabupaten yang dilakukan di desa mandiri.

"Ada hal-hal yang diharapkan partisipasi masyarakat, misalnya gotong royong. Ada kegiatan misalnya, bangun poskamling materialnya bisa dianggarkan dari DD. Tapi masyarakat secara gotong-royong membangunnya,” ucapnya.

Kabid Pembangunan dan Pemberdayaan Masyarakat Desa DPMD Provinsi Kalbar, Marwan Siregar mengatakan, maksud dari Pergub tersebut yaitu sebagai pedoman pelaksanaan pembangunan. Hal itu sebagai upaya percepatan peningkatan status kemajuan dan kemandirian desa.

“Ini bertujuan mendukung upaya pemerintah dalam mengubah desa sangat tertinggal dan desa tertinggal menjadi desa berkembang serta dari desa berkembang dan desa maju menjadi desa mandiri,” tuturnya.

Ia mengatakan, adapun sasaran tersebut yaitu melalui target prioritas dan komponen IDM. Pelaksanaan, yaitu Bappeda dan DPMD Provinsi Kalbar mengkoordinasikan program dan kegiatan.

 “Pelaksanaannya tertuang dalam RKPD dan renja SKPD,” kata dia.

Sementara itu, Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Kabupaten Sekadau, Bayu Dwi Harsono mengatakan, mewujudkan desa mandiri merupakan amanat dari peraturan perundang-undangan. Untuk klasifikasi desa, yaitu kategori sangat tertinggal, tertinggal, berkembang, maju dan mandiri.

“Sebagian dari seluruh desa yang ada di Kalbar baru satu desa mandiri yaitu di Kabupaten Kayong Utara,” bebernya.

Ia mengatakan, di Kabupaten Sekadau sebanyak delapan desa masih kategori desa sangat tertinggal, 50 desa kategori tertinggal, 25 desa kategori berkembang dan empat desa kategori maju. Sedangkan, belum ada desa di Sekadau yang masuk kategori mandiri.

“Kabupaten Sekadau mengusulkan 16 desa untuk menjadi desa mandiri. Pada 2019 pemerintah provinsi menargetkan 63 desa di Kalbar menjadi desa mandiri,” pungkasnya.*

Penulis : Benidiktus G Putra
Bagikan:
Komentar Anda

Berita Terkini