|

Desa Entabuk dan Belitang Satu Sepakat Akhiri Polemik Tapal Batas

BELITANG (Suara Sekadau) - Polemik tapal batas antara Desa Belitang Satu dengan Desa Entabuk akhirnya menemui titik temu.

Hari ini, Kamis 28 maret 2019 kedua tim dari masing - masing desa turun langsung ke lapangan guna lakukan penentuan titik kordinat di lokasi yang selama ini di sengketakan.

Tim dari Desa Entabuk di pimpin langsung oleh Lukas yang merupakan  kepala desa setempat dan dari Desa Belitang Satu di pimpin oleh Basri yang merupakan sekretaris desa Belitang Satu.

Kedua tim ini juga didampingi dari pihak Kecamatan masing - masing yang mana Desa Belitang Satu adalah wilayah Kecamatan Belitang dan Entabuk adalah desa yang masuk di wilayah Belitang Hilir.

Dari pihak dua kecamatan tersebut di wakili oleh Lukas anggota satpol PP camat Belitang Hilir dan dari kecamatan Belitang di pimpin langsung oleh Kasi Pe Um  dan Trantibum Linmas, Mohtar Minlufi.

"Hari ini kami menyepakati persoalan tapal batas, dan kiranya masalah tapal batas ini kita adakan langsung penentuan ke titik - titik kordinatnya," ujar sekdes Belitang Satu, Basri ditemui di lokasi tapal batas.

Kades Entabuk, Lukas menambahkan bahwa setiap masalah pasti ada penyelesaiannya.

"Dan mesti diselesaikan dengan arif dan bijaksana," tutur Lukas.

Di tempat terpisah, Saut Parulian Camat Belitang menerangkan bahwa kesepakatan itu telah dibuat sebelumnya.

"Waktu pertemuan di kabupaten yang membahas masalah tapal batas, dua desa ini sudah sepakat untuk menyelesaikannya dan kini kedua desa sudah jelas batas - batasnya dengan langsung menentukan titik kordinatnya, " ungkap Saut.

Ia berharap dua desa kini tak ragu lagi membangun daerahnya masing - masing yang secara geografis sangat di untungkan karena di daerah Desa Entabuk memiliki pabrik pengolahan minyak sawit sawit (CPO) dan di Desa Belitang Satu memiliki kebun sawit perusahaan dan usaha nelayan perikanan.

Kasi Pemum dan Trantibum Muhtar Minlufi menegaskan bahwa hasil ukur titik koordinat itu nanti akan dituangkan dalam bentuk berita acara agar dua desa dan dua kecamatan ini mengetahui batas - batas daerahnya.

"Kita akan tuangkan hasil hari ini dalam bentuk berita acara sehingga jelas titik - titik kordinatnya dan penentuan titik kordinat ini selain ciri batas alam seperti sungai, bukit dan ciri - ciri lain berdasarkan legenda penuturan sejarah yang di ceritakan oleh para tokoh masyarakat yang ada," terangnya.*

Penulis : Mohammad Sandi
Editor : Benidiktus G Putra
Bagikan:
Komentar Anda

Berita Terkini