|

Penyandang Disabilitas Ingin Terlibat Langsung dalam Pemilu

SEKADAU (Suara Sekadau) - Kaum penyandang disabilitas di Kabupaten Sekadau berharap dapat dilibatkan dalam penyelenggaraan pemilu.

Hal ini disampaikan dalam sosialisasi pemilu 2019 bersama kaum disabilitas (difabel) yang digelar KPU Sekadau, Minggu (3/3).

Kegiatan ini diikuti 15 orang penyandang disabilitas. Lima anggota KPU Sekadau yakni Drianus Saban, Marikun, Yusvia Nonong, Gita Rantau dan Heriadi hadir langsung dalam acara tersebut.

Moses, salah seorang difabel mengatakan ia sangat antusias untuk terlibat dalam pemilu. Namun, ia merasa kesempatan bagi penyandang disabilitas untuk masuk dalam struktur penyelenggara pemilu terkesan sempit.

"Banyak kaum difabel yang memiliki kompetensi. Namun selama ini yang kami rasakan peluang bagi penyandang difabel kurang. Kami ingin dilibatkan langsung dalam penyelenggaraan pemilu, baik di tingkat kabupaten, kecamatan maupun desa," kata Moses.

Ketua KPU Drianus Saban menyatakan, undang-undang menjamin hak yang sama bagi semua warga negara, termasuk penyandang disabilitas.

"Penerimaan penyelenggara terbuka untuk umum. Contohnya ketua KPU Kalbar saja termasuk penyandang disabilitas. Silahkan bapak ibu proaktif mendaftar. Untuk saat ini KPU sedang menjaring kelompok panitia pemungutan suara," jelas Saban.

Anggota KPU Sekadau divisi sosialisasi dan informasi pemilu, Gita Rantau menuturkan sosialisasi tersebut bertujuan untuk menyampaikan informasi pemilu seluas-luasnya kepada seluruh elemen masyarakat.

"Hari ini sasaran kita kaum difabel. Kita ingin memberikan informasi yang jelas. Karena pemilu kali ini berbeda dari sebelumnya. Contohnya surat suara yang jumlahnya mencapai lima lembar," kata Gita.

Khusus kaum disabilitas, Gita Rantau mengungkapkan saat ini terdapat 444 orang penyandang yang terdata di KPU Sekadau.

"Pada hari ini kita mendapat informasi langsung dari komunitas difabel bahwa ada lebih dari seribu orang penyandang yang ada di Kabupaten Sekadau. Ini juga informasi yang sangat kita perlukan," tuturnya.

Ia menambahkan, penyandang disabilitas khususnya tuna netra akan mendapat alat bantu saat pencoblosan.

"Namun hanya pada surat suara presiden dan wakil presiden yang ada template Braille untuk tuna netra. Sedangkan untuk surat suara legislatif bisa didampingi dengan mengisi form C3," pungkasnya.*

Penulis : Benidiktus G Putra
Bagikan:
Komentar Anda

Berita Terkini