|

BPS Sekadau Latih Petugas Sensus 2020

SEKADAU (Suara Sekadau) - Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Sekadau melakukan pelatihan petugas pemetaan menyongosong Sensus Penduduk 2020, 1-4 April 29.

Kegiatan pelatihan ini dilatarbelakangi untuk penyusunan kerangka induk kegiatan sensus penduduk pada tahun 2020 (SP2020) yang di laksanakan pada tahun 2018 - 2019.

Kepala Kantor BPS Kabupaten Sekadau Agus Hartanto mengatakan bahwa sensus penduduk (SP) 2020 adalah sensus penduduk ke - 7 sejak negara Indonesia merdeka. Sejak tahun 2018, persiapan SP2020 bidang kerangka induk sudah dilakukan. Salah satu unit kerja yang bertanggung jawab atas penyusunan dan pengembangan kerangka induk BPS adalah direktorat Pengembangan Metodologi Sensus dan Survei Badan Pusat Statistik ( BPS ).

Kerangka induk yang lengkap, akurat, relevan, dan mutahir pada wilayah kerja statistik (wilkerstat) akan dijadikan sebagai dasar perencanaan dan pelaksanaan sensus dan survei BPS.

Wilkerstat terdiri dari provinsi, kabupaten / kota, kecamatan, desa/kelurahan dan blok sensus ( BS ).
Kerangka induk yang dibuat BPS selama ini terdiri dari peta dan muatan BS. Seiring dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi, pengembangan kerangka induk terus dilakukan.

Pada prinsipnya, kerangka induk yang di bangun adalah untuk memenuhi kebutuhan kegiatan sensus dan survei BPS yang menggunakan berbagai macam metode statistik.

Tahun 2018, kegiatan penyusunan peta dasar dan informasi muatan wilkerstat SP2020 telah menghasilkan peta dasar SP2020 yang terdiri dari peta desa/ kelurahan dan BS. Selain itu juga telah dilakukan  ground check / ground truth pada 15.420 BS terpilih. Tahun 2019, peta dasar tersebut akan di gunakan dalam kegiatan pemetaan dan pemutakhiran muatan wilkerstat SP2020.

Peta dasar ini akan di lengkapi dengan informasi satuan lingkungan setempat (SLS) yaitu RT dan RW.

Pelaksanaan kegiatan pemetaan dan pemutakhiran muatan wilkerstat SP2020 di lakukan si seluruh desa pada 514 kabupaten/kota se Indonesia. Kegiatan ini terdiri dari dua tahapan, yaitu tahap pertama kegiatan pemetaan dan pemutakhiran muatan wilkerstat, serta tahap kedua kegiatan pengolahan peta dan dokumen muatan wilkerstat. Dokumen muatan wilkerstat yang diolah adalah SP2020- RS dan SP2020-RD.

"Selanjutnya kegiatan tahap kedua di sebut pengolahan peta dan RD. Ke depan pendataan ini akan di jadi kerangka sampel untuk 10 tahun kedepan bagi kegiatan survey pendataan yang di lakukan oleh BPS, " ujar Agus Hartanto.

Narasumber pelatihan, Restu mengatakan bahwa bagi petugas di lapangan nantinya wajib membawa daftar identifikasi wilayah, LK- M, peta WA WB dan handphone berbasis android.

"Hal ini adalah untuk memudahkan petugas di lapangan dan sesuai prosedur untuk petugas kita di lapangan," kata Restu.

Ketua Panitia penyeleggara Erry Agustiansyah mengatakan bahwa Kegiatan pelatihan di bagi dalam dua gelombang, dimana peserta gelombang pertama dilaksanakan mulai tanggal 28 - 30 maret 2019 dan peserta pelatihan gelombang kedua yang merupakan sesi terakhir materi pelatihan bagi petugas pemetaan BPS di lapangan sebanyak 25 orang ini di mulai tanggal 1 sampai 3 April 2019 dan bagi pengawas berlanjut sampai tanggal 4 maret 2019 di Hotel Vinca Borneo.*

Penulis : Mohammad Sandi
Editor : Benidiktus G Putra
Bagikan:
Komentar Anda

Berita Terkini