|

Bocah Lima Tahun di Sekadau Diduga Dianiaya Teman Lelaki Ibunya

Ilustrasi
SEKADAU (Suara Sekadau) - Seorang pengusaha di Sekadau berinisial AS dilaporkan ke Polres Sekadau atas dugaan tindak pidana penganiayaan terhadap anak dibawah umur.

Cung Lang alis Achun, ibu korban mengatakan laporan tersebut dibuat hari Kamis (30/5) kemarin dengan surat tanda terima pengaduan nomor STTP/44/V/2019/Kalbar/SPKT Res Skd tanggal 30 Mei 2019.

"Anak saya juga sudah divisum. Katanya hasil visum akan keluar dua atau tiga hari kedepan," ungkap Achun kepada sejumlah wartawan, Jum'at (31/5).

Menurut Achun, saat membuat laporan ke Polres Sekadau ia juga sudah mendapat berita acara pemeriksaan (BAP).

Akibat peristiwa penganiayaan itu, Achun mengatakan anaknya mengalami trauma.

"Dia masih agak takut ketemu orang," tutur Achun.

Anak laki-laki yang masih berusia 5 tahunan itu mendapat sejumlah luka memar di sejumlah bagian tubuh.

Hingga hari ini, bagian pelipis sebelah kanan atas telinga anak tersebut masih tampak lebam. Demikian juga pelipis kiri dan punggung atas sebelah kirinya.

"Itu karena sudah diberikan salep jadi sudah agak mendingan memarnya," kata Achun.

Kapolres Sekadau AKBP Anggon Salazar Tarmizi saat dikonfirmasi menyatakan akan memproses laporan tersebut sesuai aturan.

"Ya kalau cukup bukti akan diproses," ujar Kapolres melalui pesan singkatnya.

Kronologi :

Ibu korban, Achun mengisahkan peristiwa itu bermula saat anaknya membeli es krim di salah satu minimarket di pasar Sekadau, Selasa 28 Mei sekira pukul 20.00 WIB.

Di minimarket tersebut korban bertemu dengan AS yang merupakan teman pria ibunya. Tak lama kemudian, ibu korban datang menyusul korban karena mengetahui AS bersama anaknya.

"Waktu itu anak saya makan es krim di atas motor dia (terlapor). Saya bilang turunkan anak saya dari motor," tutur Achun.

Namun, terlapor tidak menuruti permintaan Achun untuk menurunkan anaknya dari motor. Ia malah langsung pergi dengan membawa serta anak tersebut ke salah satu hotel di Sekadau. Achun menduga, anaknya dianiaya saat dalam perjalanan.

"Mungkin anak saya nangis makanya dipukul. Dia kalau nangis memang suaranya keras," kata Achun.

Tak lama kemudian Achun menyusul terlapor ke hotel tersebut. Setibanya disana, Achun mendapati anaknya sudah memar dimana-mana.

"Waktu saya sampai disana, anak saya memang sudah ada bekas dipukul. Dia sampai kencing di celana, mungkin saking takutnya," kisah Achun.

Achun berharap terlapor dapat dijatuhi hukuman secara setimpal.*

Penulis : Benidiktus G Putra









Bagikan:
Komentar Anda

Berita Terkini