|

Kelapa Sawit Berkelanjutan Merupakan PR Besar di Kabupaten Sekadau

SEKADAU (Suara Sekadau) -
Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian dan Perikanan (DKP3) Kabupaten Sekadau menggelar pembentukan Forum Sawit Berkelanjutan Kabupaten Sekadau (FSBKS), Selasa (21/5).

Kegiatan ini dihadiri SPKS nasional dan sejumlah pimpinan perusahaan perkebunan kelapa sawit di kabupaten Sekadau.

Kepala DKP3 Kabupaten Sekadau, Sande mengatakan berdasarkan data BPS tahun 2017, sektor perkebunan memiliki peran strategis yang ditunjukan dengan nilai PDRB mencapai  1,55 triliun rupiah. Nilai itu mengalami peningkatan dari tahun sebelumnya dan menyumbang 29,20 persen dari total PDRB kabupaten Sekadau.

Sementara produktivitas kebun swadaya masih sangat rendah yakni hanya mampu memproduksi  2.597 CPO per hektar tiap tahunnya. Jauh dibawah produksi nasional yang mencapai 4.000 kilogram CPO per hektar.

Rendahnya produktivitas kebun swadaya disebabkan karena petani belum menerapkan pola budidaya yang baik dan benar serta penggunaan benih yang tidak memenuhi standar sertifikasi.

Sande menyadari, untuk mencapai pembangunan kelapa sawit yang berkelanjutan bukan persoalan mudah.

"Ini memerlukan pendekatan multistakeholder guna mengidentifikasi dan mengatasi akar masalah yang membatasi sektor ini," kata Sandae.

Ia menambahkan, saat ini pemerintah Indonesia dan Malaysia melakukan kerja sama untuk mengolah CPO menjadi Biodiesel dengan kualitas tinggi sehingga mampu menghemat import BBM mencapai 9,2 miliar dan mengalami peningkatan hingga 5 persen per tahun.

Ia berharap forum sawit berkelanjutan ini dapat menjadi wadah bersama pemerintah daerah kabupaten Sekadau bersama stakeholder lainnya dalam mengkoordinasikan upaya pembangunan sawit berkelanjutan serta wadah untuk mencari solusi bersama.

Sekjen Serikat Petani Kelapa Sawit (SPKS) Nasional Maunsetus Aslu Hanu mengatakan pihaknya mendorong forum Sawit Berkelanjutan di Kabupaten Sekadau dengan harapan agar pemerintah daerah bisa mengkoordinir semua pihak yang berkaitan dengan sawit.

Hal itu sudah di rencanakan dengan beberapa prioritas yang akan menjadi agenda bersama untuk dikerjakan.

Adapun beberap prioritas dimaksud diantaranya petani di kabupaten Sekadau dapat memiliki legalitas, memiliki kelembagaan, penguatan SDM petani, akses market TBS petani, kemitraan yang adil, dan mewujudkan praktek konservasi di kebun sawit.

"Kami mengapresiasi dan meminta kepada dinas perkebunan untuk sesegera mungkin menindaklanjuti dengan serius agenda-agenda yang telah di usulkan untuk dibuat dalam peraturan bupati kabupaten Sekadau tentang sawit berkelanjutan," harapnya.*

Penulis : Benidiktus G Putra

Bagikan:
Komentar Anda

Berita Terkini