|

Karyawan Dipotong Gaji, DPRD Sekadau akan Panggil Manajemen PT MJP

SEKADAU (Suara Sekadau) - Anggota DPRD Sekadau berang dengan pemotongan gaji karyawan yang dilakukan oleh manajemen PT Multi Jaya Perkasa, baik kebun maupun pabrik.

Diberitakan sebelumnya, manajemen pabrik CPO PT MPE melakukan pemotongan gaji supir yang mengalami kecelakaan saat sedang bekerja.

Hal sama juga diberlakukan manajemen kebun PT MJP terhadap petugas satuan pengamanan (Satpam) ketika brankas milik PT MJP dibobol pada tahun 2012 silam. Pemotongan gaji bahkan masih berlanjut hingga sekarang.

Menurut ketua fraksi Gerindra DPRD Sekadau Yodi Setiawan, pemotongan tersebut tidak sejalan dengan amanah undang-undang.

"UU NO 13 th 2003 tentang ketenagakerjaaan jelas tidak boleh melakukan pemotongan upah. Upah yang dipotong selama ini wajib di kembalikan," kata Yodi kepada suarasekadau.co.id (22/6).

Ia mengatakan, perusahaan hanya berhak memberikan SP 1 sampai 3 kalau ada kesalahan yang dilakukan karyawan.

"PHK saja harus ada penetapan sesuai UU nomor 2 tahun 2004 tentang PPHI.  Jadi tidak ada aturan kalau kelalaian kerja upah dipotong," tegasnya.

Yodi menambahkan, pihaknya akan memanggil manajemen PT MJP untuk memberikan penjelasan terkait hal tersebut.

"Kita juga akan mengundang TP4K Kabupaten Sekadau dan pihak serikat pekerja provinsi Kalbar," pungkasnya.*

Penulis : Benidiktus G Putra

Bagikan:
Komentar Anda

Berita Terkini