|

Pelaku Penganiayaan Anak Bawah Umur Masih Berkeliaran, Sejumlah Pihak Desak Segera Diproses

Tim KPPAD Kalbar saat melakukan pendampingan terhadap korban di Mapolres Sekadau
SEKADAU (Suara Sekadau) - Sudah dua pekan sejak laporan tentang penganiayaan anak dibawah umur yang dilakukan seorang pria dewasa berinisial AS dibuat di Polres Sekadau. Namun, hingga saat ini terlapor masih bebas berkeliaran.

Komisi Perlindungan dan Pengawasan Anak Daerah (KPPAD) Provinsi Kalimantan Barat ikut turun tangan dalam kasus ini.

Ketua KPPAD Kalbar, Eka Nurhayati Ishak mengatakan pihaknya sudah turun langsung melakukan pendampingan terhadap korban.

"Dalam hal ini, KPPAD Kalbar memberikan pendampingan dari proses hukum dan pemberian konseling trauma hiling untuk korban," kata Eka kepada suarasekadau.co.id, (14/6).

KPPAD Kalbar juga mendesak pihak berwajib untuk secepatnya menangani kasus tersebut.

Eka menyatakan, mengacu pada UU Perlindungan Anak nomor 35 tahun 2014, anak sebagai korban diberikan perlindungan khusus dan pengawasan selama proses hukum berjalan.

"Dikarenakan korban anak dibawah umur yangdilindungi oleh UU khusus anak, KPPAD berharap pihak penegakan hukum yakni polres sekadau dapat memproses secara tegas pelaku," ucap Eka.

Majelis Adat Budaya Tionghoa (MABT) Kabupaten Sekadau juga membuat pernyataan yang sama.

Sekretaris MABT Kabupaten Sekadau,  Julianto mempertanyakan progres kasus yang sudah dilaporkan ke Polres Sekadau beberapa waktu lalu itu.

"Kasus ini sudah dilaporkan pihak keluarga korban ke Polres Kabupaten Sekadau. Tapi kami belum mendengar berita yang siginifikan tentang kelanjutan kasus ini," ujar Julianto.

Julianto berharap pihak kepolisian agar secara profesional dalam menangani kasus ini. Apalagi kasus ini merupakan  pidana khusus dan supaya ditindak sesuai hukum yang berlaku.

"Pelaku dugaan penganiayaan juga masih berkeliaran. Jika tidak diproses, kita akan melanjutkan dan melaporkan ke tingkat yang lebih tinggi," tegasnya.

Kasat Reskrim Polres Sekadau, Iptu M Ginting dikonfirmasi secara terpisah menyatakan kasus tersebut sudah diproses.

"Laporan Polisi Nomor : LP / B / 22 / VI /  Res.1.6 / 2019 / Kalbar / Res Sekadau, tanggal 30 Mei 2019 perkara tindak pidana Kekerasan Terhadap Anak. Kasus itu naik," kata Ginting melalui pesan singkat.

Ginting menambahkan, pelaku akan dijerat pasal penganiayaan anak.

"Pasal 80 Ayat (1) Undang – Undang Nomor 35 Tahun 2014 Jo Pasal 351 KUH Pidana," kata dia.

Kronologi :

Ibu korban, Achun mengisahkan peristiwa itu bermula saat anaknya membeli es krim di salah satu minimarket di pasar Sekadau, Selasa 28 Mei sekira pukul 20.00 WIB.

Di minimarket tersebut korban bertemu dengan AS yang merupakan teman pria ibunya. Tak lama kemudian, ibu korban datang menyusul korban karena mengetahui AS bersama anaknya.

"Waktu itu anak saya makan es krim di atas motor dia (terlapor). Saya bilang turunkan anak saya dari motor," tutur Achun.

Namun, terlapor tidak menuruti permintaan Achun untuk menurunkan anaknya dari motor. Ia malah langsung pergi dengan membawa serta anak tersebut ke salah satu hotel di Sekadau. Achun menduga, anaknya dianiaya saat dalam perjalanan.

"Mungkin anak saya nangis makanya dipukul. Dia kalau nangis memang suaranya keras," kata Achun.

Tak lama kemudian Achun menyusul terlapor ke hotel tersebut. Setibanya disana, Achun mendapati anaknya sudah memar dimana-mana.

"Waktu saya sampai disana, anak saya memang sudah ada bekas dipukul. Dia sampai kencing di celana, mungkin saking takutnya," kisah Achun.

Achun berharap terlapor dapat dijatuhi hukuman secara setimpal.*

Penulis : Benidiktus G Putra

Bagikan:
Komentar Anda

Berita Terkini