|

Produksi Melimpah, Komoditas Asli Desa Semabi Terkendala Pemasaran

Muksin menunjukkan komoditas asli Desa Semabi
SEKADAU (Suara Sekadau) - Desa Semabi Kecamatan Sekadau Hilir merupakan penghasil gula aren dan beras yang cukup besar di Kabupaten Sekadau.

Selain itu, Desa Semabi juga merupakan penyuplai komoditas seperti durian, madu, beras hitam dan beras merah.

Namun, pegiat komoditi di Desa Semabi mengalami kendala saat memasarkan hasil kegiatan mereka.

Hal ini disampaikan ketua BUMDES Sumber Rezeki Desa Semabi, Muksin.

Muksin menuturkan, sejak tahun 2008 pembuat gula aren di Desa Semabi memang sempat diperhatikan oleh pemerintah kabupaten Sekadau.

Seiring berjalannya waktu, dengan jumlah pembuat gula aren yang banyak dan hasil produksi yang melimpah, pemasarannya menjadi cukup sulit.

"Sehingga banyak hasil produksi yang tidak terjual dan pembuat gula aren dan beras merah hitam pun perlahan-lahan beralih ke pekerjaan lain untuk keberlangsungan hidupnya," kata Muksin ditemui di kantor BUMDES Sumber Rezeki, (18/10).

Bumdes Sumber Rezeki didukung penuh oleh Pemerintah Desa Semabi berusaha menghidupkan kembali produksi gula aren, beras merah, beras hitam dan komoditas asli Desa Semabi.

Pada tahun 2018, Bumdes Sumber Rezeki mulai mengajukan berbagai proposal dan pembinaan terhadap pengrajin gula aren. Namun, upaya ini tidak sepenuhnya berjalan lancar.

Hingga saat ini, di Desa Semabi memiliki 4 orang pembuat gula aren tetap.

"Apa kekurangan dia, kita coba penuhi dengan dana desa, dan kita bantu pasarkan produknya. Saya tampung dan jual kembali gula botong yang sudah diproduksi. Akhirnya timbul pembuat yang lain hingga saat ini ada 4 orang," ujar Muksin.

Meski begitu hingga saat ini, Muksin mengaku pihaknya masih mengalami kendala dalam proses pemasaran produknya.

Hal ini dikarenakan produk tersebut belum dapat dipasarkan secara luas karena belum mempunyai brand, yang mana syaratnya harus memiliki legalitas, sertifikat halal, BPOM.

"Hasil produksi mereka banyak tapi tidak tau mau menjual kemana. Kami minta difasilitasi dalam hal pemenuhan syarat-syarat ini. Agar pemasarannya bisa ke pasar secara luas. Di supermarket dan kalau bisa ke luar daerah," pungkas Muksin.*

Penulis : tim liputan
Editor : Benidiktus G Putra
Bagikan:
Komentar Anda

Berita Terkini