|

Tiga Peladang di Sekadau Diamankan, Anggota DPRD Kalbar Minta APH Bijak

Aron
SEKADAU (Suara Sekadau) - Anggota DPRD Provinsi Kalbar dapil Sanggau-Sekadau, Aron meminta aparat penegak hukum untuk berlaku arif dalam menerapkan proses hukum terhadap tiga orang warga Kabupaten Sekadau yang diamankan oleh satgas Karhutla beberapa waktu lalu.

"Kita berharap pihak berwajib memperhatikan dengan seksama pasal 69 ayat (2) UU nomor 32 tahun 2009. Dimana disebutkan pembukaan lahan dengan cara dibakar diperbolehkan untuk budidaya varietas lokal seperti padi," ujar Aron, (22/11).

Menurut Aron, ketiga orang yang diamankan satgas pada saat itu merupakan peladang padi. Berladang merupakan tradisi turun temurun sebagian besar petani di Kalbar untuk memperoleh padi untuk kebutuhan pangan sehari-hari.

"Apalagi pada saat diamankan, mereka sedang melakukan aktivitas pembakaran. Mereka bahkan belum sempat menanam. Jadi kalau kembali ke pasal 69 UU 32 tahun 2009, ketiga warga ini masih dapat dibebaskan. Kecuali pada saat diamankan mereka kedapatan sedang menanam varietas lain non lokal," tegas anggota Fraksi Demokrat DPRD Kalbar ini.

Terpisah, Kepala Kejaksaan Negeri Sekadau Andri Irawan membenarkan pada tahun 2019 terdapat tiga perkara karhutla.

Pihaknya, kata Andri, sudah menerima berkas pelimpahan dari penyidik Polres Sekadau.

"Namun berkasnya kita kembalikan ke penyidik," ungkap Andri ditemui di ruang kerjanya (22/11).

Berkas tersebut dikembalikan karena kejaksaan ingin penyidik mendalami kembali kasus tersebut. Termasuk tentang pasal 69 UU 32 tahun 2009.

"Kami meminta penyidik mendalami kembali," ujar Kajari.*

Penulis : Benidiktus G Putra



Bagikan:
Komentar Anda

Berita Terkini