|

SPKS Sekadau Gencar Kampanyekan Transformasi Sawit Berkelanjutan

Workshop tranformasi sawit berkelanjutan
SEKADAU (Suara Sekadau) - Serikat Petani Kelapa Sawit (SPKS) Kabupaten Sekadau mengadakan workshop bersama menyamakan visi untuk mendukung transformasi perkebunan sawit rakyat berkelanjutan di Kabupaten Sekadau, Kamis (16/11).

SPKS bekerjasama dengan Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian dan Perikanan (DKP3) Kabupaten Sekadau dalam penyelenggaraan kegiatan tersebut.

Kabid Perkebunan DKP3 Kabupaten Sekadau Ifan Nurpatria mengatakan, peran serta petani mandiri sangat dibutuhkan untuk mendukung tercapainya transformasi perkebunan berkelanjutan.

Ifan menyebutkan, dari data statistik transaksi produk regional bruto (PDB) di Kabupaten Sekadau mencapai 5,7 triliun rupiah. Dari data tersebut, sekitar 1,7 triliun merupakan sumbangsih dari sektor perkebunan.

"Dan dari 1.7 triliun rupiah tersebut, 80 persennya merupakan dari sektor perkebunan kelapa sawit," terang Irfan.

Data statistik menunjukan perkebunan kelapa sawit skala besar masih mendominasi dengan menyumbang sekitar 80 persen sementara 20 persen sisanya merupakan partisipasi dari petani mandiri.

Di Kabupaten Sekadau, lanjut Irfan, ada sekitar 90 ribu hektar luas perkebunan kelapa sawit. Dari 90 ribu hektar tersebut terdapat sekitar 37 ribu hektar merupakan kebun milik petani mandiri.

"Namun dari luasan tersebut, produktivitas  kebun mandiri masih sangat rendah yang hanya rata-rata 10-12 ton per hektar tiap tahunnya .  Sementara produksi usaha perkebunan bisa mencapai 25 ton per hektar," jelas Irfan.

Menurut Irfan, rendahnya produksi petani mandiri lebih disebabkan karena pemilihan bibit yang tidak bersertifikat.

"Dan ini juga merupakan tugas berat kami sebagai dinas yang membidangi perkebunan kelapa sawit," tuturnya.

"Kami sangat mendukung kegiatan seperti yang digagas oleh SPKS ini dan bisa mempercepat proses menuju ISPO," tambah dia.

Ketua SPKS Kabupaten Sekadau Bernadus Mohtar memaparkan, tujuan kegiatan tersebut diantaranya
kelembagaan petani pekebun swadaya memperoleh akses ke pasar internasional.

Adanya peran dan tanggungjawab semua pihak dalam industri perkebunan kelapa sawit untuk aksi kolaborasi pembangunan sawit berkelaniutan.

"Target yang ingin dicapai yakni praktik perkebunan rakyat swadaya sesuai standar pasar internasional. Promosi ke pasar internasional, serta memperoleh benefit dari pasar," kata Mohtar.

Kegiatan ini juga dihadiri oleh perwakilan dari PT.MPE, PT.MJP dan PT.Agro Andalan.

Turut hadir beberapa kepala desa di kecamatan Sekadau Hilir.*

Penulis : tim liputan
Editor : Benidiktus G Putra

Bagikan:
Komentar Anda

Berita Terkini