|

DPRD Dukung Dinkes Entaskan Stunting dan Kegagalan Persalinan

Henry Alpius (kiri), Harianto (kanan)
SEKADAU (Suara Sekadau) - Angka kekurangan gizi pada anak (stunting) di Kabupaten Sekadau masih cukup tinggi.

Plt. Kepala Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana Kabupaten Sekadau, Henry Alpius mengungkapkan angka stunting berdasarkan data terakhir mencapai 30 persen.

Masalah ini menjadi salah satu program kerja prioritas dinas kesehatan pada tahun 2020 ini.

"Kami berupaya menurunkan angka stunting dari 30 persen menjadi maksimal 20 persen pada tahun ini," ujar Henry di ruang kerjanya, Senin (3/2).

Menurut Henry, stunting merupakan masalah kesehatan yang serius. Karena itu, masyarakat perlu sangat memahami kasus ini.

"Karena stunting menyangkut masa depan anak bangsa. Karena itu ini menjadi prioritas kami, bagaimana agar pesan stunting ini sampai ke masyarakat," tutur Henry.

Selain stunting, program prioritas lainnya yakni angka kematian ibu dan bayi (KIB).

"Kami berupaya agar setiap satu Minggu sekali turun ke masyarakat untuk menggiatkan penurunan angka stunting dan KIB," pungkas Henry.

Wakil ketua komisi III DPRD Sekadau, Harianto mendukung upaya pengentasan stunting dan KIB yang digalakkan Dinkes Sekadau. Karena, kesehatan adalah salah satu modal utama mencapai kemajuan bangsa.

"Kita sangat mendukung langkah ini. Karena kesehatan anak bangsa merupakan hal yang sangat penting menjadi perhatian kita semua," ujar Harianto dikonfirmasi secara terpisah.

Menurut Harianto, menjaga kestabilan gizi dan kesehatan anak tak hanya menjadi peran pemerintah. Ia mengimbau para orangtua untuk menjaga asupan anak dengan makanan gizi berimbang.

"Mari kita budayakan hidup sehat, khususnya anak-anak kita," imbau politisi Gerindra.*

Penulis : Benidiktus G Putra

Bagikan:
Komentar Anda

Berita Terkini