-->
    |

Hidup Sebatangkara di Gubuk, Kondisi Ai Lolong Bikin Haru

Ai Lolong di gubuknya yang mengundang keprihatinan
SEKADAU (Suara Sekadau) - Seorang pria berusia 61 tahun hidup sebatangkara di sebuah gubuk di wilayah Desa Peniti, Kecamatan Sekadau Hilir.

Lelaki tua bernama Abang Sehansah kelahiran tahun 1959 itu hidup seorang diri dengan kondisi serba kekurangan. Tidak ada persediaan makanan, pakaian, maupun hunian yang layak.

Kakek yang hari-hari biasa dipanggil Ai Lolong itu menghabiskan waktunya di gubuk yang terbuat dari beberapa batang kayu dan atap seng seadanya tanpa dinding. Tempat tidurnya hanya beralaskan beberapa keping papan.

Ikatan Wartawan Online (IWO) Kabupaten Sekadau menyambangi Ai Lolong, Jumat (14/2).

Saat rombongan IWO tiba di gubuknya, Ai Lolong sedang menanak air menggunakan ceret yang sudah usang. Ai Lolong tampak sumringah menerima bantuan makanan dan sedikit uang dari IWO Sekadau.

Ai Lolong mengatakan ia sudah tinggal di gubuk tersebut sejak tahun 2015. Ia bertahan hidup dari hasil hutan.

"Dulu saya punya keluarga tapi sudah pisah. Saya punya anak satu. Dulu saya tanam sayur, sekarang tidak," ujar Ai Lolong sambil sesekali menyeka air matanya.

Meski hidup dalam kondisi memprihatinkan, Ai Lolong yang memiliki ijazah penyetaraan sekolah dasar mengaku tidak mengeluh. Menurutnya, ia sudah terbiasa menjalani hidup seperti itu.

Terpisah, Kepala Desa Peniti Petrus Manus mengaku belum mengetahui kabar tentang Ai Lolong.

"Saya baru tahu sekarang, karena saya jadi kades juga baru," ujar Manus.

Namun demikian, Manus mengatakan pihaknya akan berupaya mencari solusi untuk memberikan hidup yang lebih layak untuk Ai Lolong.

"Nanti kami akan komunikasi dengan keluarganya dulu. Kemudian kita akan cari solusi bersama," ucap Manus.*

Penulis : Benidiktus G Putra

Bagikan:
Komentar Anda

Berita Terkini