-->
    |

Jembatan 2,8 Miliar Belum Rampung, Warga Tembesuk Andalkan Jembatan Darurat

Sepeda motor melintasi jembatan darurat sungai Ketaman Desa Tembesuk
SEKADAU (Suara Sekadau) - Warga Tembesuk, Kecamatan Nanga Mahap kecewa terhadap progres pembangunan jembatan Sungai Ketaman yang hingga kini belum rampung sepenuhnya.

Jembatan yang dibangun dengan dana sebesar 2,8 miliar rupiah lebih yang bersumber dari DAK APBD Kabupaten Sekadau tahun anggaran 2019 dengan tanggal kontrak 10 Juli 2019 yang tendernya dimenangkan oleh PT Menarabaja Saranasakti itu sampai sekarang belum dapat dilintasi.

Masyarakat setempat mengandalkan jembatan darurat dari kayu dengan lebar tak lebih satu meter dan tanpa pengaman untuk hilir mudik.

Pantauan di lapangan, Jumat (7/2) terdapat satu unit mesin molen di lokasi jembatan. Juga ada material batu yang ditumpukkan di pinggir jembatan.

Semo, salah seorang warga Tembesuk mengatakan belum ada aktivitas pekerjaan selama beberapa waktu belakangan.

"Kami kecewa saja. Yang seharusnya saat ini jembatannya sudah bisa kami lewati ternyata belum. Untuk sementara pakai jembatan darurat," kata Semo (7/2).

Ia berharap jembatan tersebut dapat diselesaikan sampai tuntas hingga manfaatnya dapat dirasakan.

Plang proyek jembatan sungai Ketaman


Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Kabupaten Sekadau, H. Akhmad Suryadi menyatakan pihaknya akan segera menindaklanjuti keluhan warga Tembesuk.

"Kami cek kembali ke lapangan. Nanti kami beritahu kembali," kata Akhmad melalui pesan singkat.*

Penulis : Benidiktus G Putra
Bagikan:
Komentar Anda

Berita Terkini