-->
    |

Pemdes Sunsong Dilaporkan ke Polisi, Ini Langkah Pemkab Sekadau

Penyegelan fasilitas umum oleh warga Sunsong beberapa hari lalu
SEKADAU (Suara Sekadau) - Pemkab Sekadau melalui asisten I Setda Kabupaten Sekadau, Fendy menyayangkan adanya aksi penyegelan fasilitas umum di wilayah Bungkong Baru, Desa Sunsong beberapa hari lalu.

Ditemui di ruang kerjanya Selasa (26/5)  Fendy menyatakan Desa Sunsong masuk dalam wilayah kabupaten Sekadau, tepatnya Kecamatan Sekadau Hulu.

Sunsong sudah ada sejak Sekadau masih bergabung dengan kabupaten Sanggau. Kala itu, Sunsong masih bergabung dengan Desa Nanga Biaban.

Hal itu sudah tertuang dalam surat keputusan Gubernur Kalimantan Barat Nomor 353 tahun 1987 tentang penyatuan Desa dalam rangka penataan desa di Kalimantan Barat.

Keputusan gubernur tersebut keluar  berdasarkan usulan para Bupati Kepala Daerah Tingkat II se-Kalimantan Barat tentang penyatuan desa secara definitif, keputusan Gubernur Kepala Daerah Tingkat I Kalimantan Barat Nomor 065 Tahun 1985 tentang penyatuan desa secara Adninistratif dalam rangka Pentaan Kembali desa di Kalimantan Barat, laporan hasil penelitian tim penataan kembali Desa Tingkat I Kalimantan Barat, butir 3 Surat Menteri Dalam Negeri Nomor 140/3381/PUGJ tanggal 12 September 1987 tentang Laporan Tingkat Perkembangan Delaksanaan Undang-undang Nomor 5 Tahun 1979 tentang Pemerintahan Desa, agar pemerintah daerah Tingkat I Kalimantan Barat segera menetapkan Desa Definitif dalam rangka Program Penataan Kembali Desa melalui Kepu tusan Gubernur Kepala Daerah Tingkat I Kalimantan Barat.

"Sengketa tapal batas Desa Sunsong juga sudah ditetapkan oleh gubernur Kalimantan Barat melalui surat Nomor : 125.3/ 2344/Pem-C tentang penyelesaian batas daerah kabupaten Sintang dan kabupaten Sekadau Provinsi Kalimantan Barat pada bulan Agustus 2014," terang Fendy.

Berdasarkan keputusan tersebut, kata Fendy, menjadi dasar pengakuan kawasan Sunsong sebagai wilayah administratif Kabupaten Sekadau.

"Karena untuk memekarkan sebuah desa ada tiga syarat yang harus dipenuhi. Yaitu memiliki luas wilayah , memiliki penduduk dengan jumlah tertentu, dan diakui secara undang - undang  dengan memiliki nomor registrasi desa," jelasnya.

Menyikapi dilaporkannya Pemdes Sunsong oleh Pemkab Sintang di Polres Sintang, Pemkab Sekadau mengambil langkah dengan kembali menyurati Gubernur Kalbar dan berkoordinasi dengan Polres Sekadau.

"Karena secara de facto, Sunsong merupakan salah satu desa di wilayah kecamatan Sekadau Hulu," pungkasnya.

Sebelumnya diberitakan, Warga Sunsong, Kecamatan Sekadau Hulu menyegel tiga gedung di Desa Bungkong Baru, Kabupaten Sintang, Kamis (21/5).

Tiga gedung yaitu Kantor Desa, Gedung Pertemuan dan Pustu yang dibangun oleh Pemkab Sintang dipasangi papan dan dicoret menggunakan cat semprot.

Menurut Kepala Desa Sunsong, Aban, Dusun Bungkong sendiri merupakan wilayah Desa Sunsong sejak desa ini berdiri sejak 2011.

Desa sunsong sudah teregistrasi di Kemendagri dengan nomor register 610900215.

"Dusun Bungkong ini jelas bagian dari Desa Sunsong. Berdiriinya kantor desa, gedung pertemuan, dan PAUD ini yang warga protes. Sampai kesabaran warga Desa Sunsong memuncak melakukan penyegelan tiga gedung. Inimurni keinginan warga desa," jelas Aban saat ditemui wartawan di kediamannya, (21/5).

Aban menuturkan, sejak jauh hari telah diupayakan untuk membicarakan hal ini dengan Desa Bungkong Baru yang didirikan oleh Pemkab Sintang.

"Namun, dua kali surat undangan dari Desa Sunsong tidak ditanggapi," tutur Aban.

Aban sendiri berpesan agar warga Desa Sunsong tetap tenang dan tidak anarkis .

Salah seorang warga Desa Sunsong, Amandus mengatakan berdirinya suatu desa harus memenuhi berbagai unsur. Sementara, kata dia, Dusun Bungkong secara administratif menjadi bagian dari Desa Sunsong.

"Seolah ada desa dalam desa," kata Amandus.*

Penulis : tim liputan
Editor : Benidiktus G Putra
Bagikan:
Komentar Anda

Berita Terkini