-->
    |

Dewan Minta Kebijakan Pembelajaran Tatap Muka Jangan Dipaksakan

Teguh Arif Hardianto
SEKADAU (Suara Sekadau) - Ketua Fraksi Nasdem DPRD Sekadau, Teguh Arif Hardianto menyatakan kebijakan Bupati Sekadau dalam mengeluarkan surat edaran nomor 422.3/1541/Disdik.01 tentang penyesuaian kebijakan pembelajaran di masa pandemi coronavirus disease (covid-19) tahun pelajaran  2020/2021 mesti didukung dengan sarana prasarana yang memadai.

Teguh memintaa pelaksanaan pembelajaran dengan tatap muka harus benar-benar memperhatikan kesiapan sarana dan prasarana sekolah dalam memenuhi syarat protokol kesehatan.

"Yang terpenting lagi, menjalankan kedisiplinan siswa dalam berinteraksi sesama teman kelasnya. Bermasker dan jaga jarak faktor penting dalam menegakan disiplin itu. Apakah guru sekolah mampu dan siap setiap waktu untuk mengontrol pola hidup baru dalam proses pembelajaran," ujar Teguh (11/8) malam.

Teguh menyarankan, pelaksanaan pembelajaran tatap muka di masa pandemi covid-19 dilakukan secara selektif. Misalnya, diberlakukan hanya kepada sekolah-sekolah yang dianggap siap dalam hal sarana pendukung.

"Tidak dilakukan serentak terhadap semua sekolah. Paling tidak bertahap sambil melakukan pengawasan ketat dan evaluasi terhadap sekolah yang melaksanakannya," ia menyarankan.

Khusus untuk sekolah tingkat TK maupun SD, lanjut Teguh, harus dipertimbangkan secara cermat mengingat anak-anak belum mengerti bahaya penyebaran covid-19.

"Bagaimana mereka bergaul sesama teman kelas dengan tidak bergerombol, waktu jam istirahatnya bagaimana, jaga kebersihannya bagaimana.  Banyak hal yang perlu diperhatikan berkaitan perilaku anak," timpalnya. 

Karenanya, Teguh meminta sebaiknya pemberlakuan pembelajaran tatap muka ditunda, terlebih untuk tingkat TK dan SD kelas 1, 2 dan 3.

"Selain itu Pemda juga harus mendukung penganggaran terhadap kesiapan sekolah menyiapkan sarana dan prasarana sekolah sesuai protokol kesehatan. Jangan kita minta sekolah melaksanakan pembelajaran tatap muka, tapi dukungan anggaran nihil," tegasnya.

Teguh juga meminta pihak sekolah agar berani menyampaikan apakah mereka siap atau tidak.

"Jangan karena takut, padahal sekolah belum siap lalu melaksanakan pembelajaran tatap muka. Ini yg berbahaya walaupun kabupatem Sekadau dianggap relatif aman," pesannya.

Selain itu, tambah Teguh, penting pula kesiapan Dinas Kesehatan, Rumah Sakit, maupun Puskesmas dalam mengantipasi bila terjadi suatu kejadian luar biasa apabila ada siswa ataupun guru yg terinfeksi covid-19 pada saat proses pembelajaran tatap muka.

"Apalagi baru-baru ini di beberapa daerah terjadi kasus siswa dan guru yang positif covid-19. Mestinya ini meningkatkan kewaspadaan kita," sebutnya.

Tak hanya itu, orang tua murid juga harus terlibat aktif dalam menjaga anaknya, menjemput dan mengantar anaknya ke sekolah dengan melengkapi diri sesuai protokol kesehatan.

"Kita melihat masih banyak yang belum disiplin menjalankan hidup new normal di masa pandemi ini.  Kita jangan emosional membuat kebijakan, resiko yang timbul harus dipertimbangkan secara cermat," pungkasnya.*

Penulis : Benidiktus G Putra
Bagikan:
Komentar Anda

Berita Terkini