-->
    |

APBD Turun 11,4 Persen, Ini Penjelasan Wabup Sekadau

Paripurna penjelasan eksekutif terhadap PU fraksi-fraksi DPRD Sekadau tentang Raperda APBD Perubahan 2020

SEKADAU (Suara Sekadau) - Pendapatan daerah Kabupaten Sekadau yang semula berjumlah 1,025 triliun turun sebesar 11,4 persen menjadi 908,81 miliar rupiah.


Hal tersebut diungkapkan Wakil Bupati Sekadau, Aloysius saat memaparkan penjelasan eksekutif terhadap pandangan umum fraksi-fraksi DPRD Sekadau terhadap nota pengantar Raperda APBD Perubahan tahun 2020, Senin (21/9) di ruang rapat paripurna DPRD Sekadau.


Penuruan pendapatan tersebut, kata Aloysius, karena berkurangnya dana bagi hasil sebesar 3,8 miliar, dana alokasi umum (DAU) yang turun hingga 110 miliar, serta dana alokasi khusus (DAK) turun 42 miliar rupiah.


"Sebagai dampak berbagai kebijakan pengelolaan keuangan negara selama masa pandemi virus Corona," kata Aloysius.


Peningkatan proyeksi pendapatan asli daerah sebesar (PAD) 19,29 persen, jelas Aloysius, merupakan penyesuaian terhadap potensi-potensi PAD dengan memperhatikan hasil evaluasi kinerja pengelolaan keuangan daerah tahun-tahun sebelumnya.


Belanja daerah juga mengalami penurunan sebesar 89,35 miliar rupiah sebagai penyesuaian terhadap kemampuan keuangan daerah. 


"Penyesuaian terhadap pembayaran gaji dan tunjangan serta iuran BPJS kepala dan wakil kepala daerah, pimpinan dan anggota DPRD, serta PNS selama 14 bulan," jelas Wabup.


Alokasi belanja tidak terduga diproyeksikan meningkat menjadi 5,2 miliar rupiah.


"Sebagai cadangan kas pemerintah daerah diantaranya untuk penanggulangan pandemi covid-19 dan karhutla," beber Aloy.


Juga dijelaskan mengenai peningkatan belanja bantuan sosial yang semula 5,5 miliar menjadi 10,3 miliar rupiah.


"Untuk jaminan sosial kemasyarakatan sebesar 2,6 miliar, jaminan kesehatan masyarakat penerima bantuan iuran APBD sebesar 1,2 miliar, dan sharing dana PBI dengan APBD provinsi sebesar 3,9 miliar," papar Wabup.


Aloysius menambahkan, sisa lebih pembiayaan anggaran (SiLPA) tahun 2019 yang berjumlah 27,57 miliar rupiah merupakan sisa DAK non fisik, dana FKTP, dana BLUD, dana BOS dan dana efisiensi pelaksanaan program dan kegiatan pada tahun 2019 yang dianggarkan pada SKPD terkait, serta dana lainnya yang harus dikembalikan ke kas negara yang dianggarkan kembali pada belanja tidak terduga.


Hadir 18 orang anggota DPRD Sekadau dalam rapat paripurna tersebut.*


Penulis : Benidiktus G Putra


Bagikan:
Komentar Anda

Berita Terkini