-->
    |

Pemdes Belitang Satu Mediasi Perselisihan Kelompok Warga

Basri, Kades Belitang Satu

Belitang (Suara Sekadau) - Menyikapi kejadian tanggal 26 September lalu yang terjadi di salah satu rumah pengurus ormas yang ada di Belitang, Basri Kepala Desa Belitang Satu mengatakan tidak akan mentolerir tindakan yang mencoreng adat sopan santun desa setempat.


"Jika ada masalah, kami selalu bermusyawarah dengan tetap mengedepankan rasa persaudaraan dan kemanusiaan. Di lapangan kan ada ketua RT serta kepala dusun. Jadi silakan mengadu ke petugas desa terdekat yang ada," ujar Basri (29/8).


"Forum musyawarah kita juga melibatkan Bhabinkamtibmas, sehingga meminimalisir salah tafsir warga yang bersengketa," tambah dia.


Ada banyak perguruan silat di Desa Belitang Satu. Namun, kata Basri, selama ini tidak pernah ada gesekan. 


"Kita sangat berterima kasih kepada perguruan silat yang ada. Namun tolong jaga sopan santun para anggotanya. Perguruan silat Apapun harus jaga sopan santun dan kondusivitas lingkungan," tegas Basri.


Basri menambahkan pihaknya akan segera memanggil pihak - pihak yang berseteru tersebut. 


"Masalah ini akan kami proses, ini dalam bahasa adat disebut salah basa. Bagi perguruan silat yang tidak dapat membina keutuhan NKRI dan persatuan sesama anak bangsa serta sejatinya bela diri, kita larang keberadaannya di Desa Belitang Satu," pungkas Basri. *


Penulis : M. Sandi

Editor : Benidiktus G Putra

Bagikan:
Komentar Anda

Berita Terkini