-->
    |

Inisiasi Pelatihan PSL, SPKS Sekadau Tuai Apresiasi

ToT PSL oleh SKPS Kabupaten Sekadau

SEKADAU (Suara Sekadau) - Serikat Petani Kelapa Sawit (SPKS) Kabupaten Sekadau bekerja sama dengan dinas DKP3 Kabupaten Sekadau, SPOS - Yayasan Kehati, POPSI, dan PT.Syngenta melakukan pelatihan Training of Trainers (ToT) bagi pelatih sawit lestari (PSL), Rabu (25/11).


Kegiatan tersebut mengambil tema, "Menyiapkan Pelatih Sawit Bagi Petani Untuk Prakondisi Menuju Sertifikasi ISPO".


Kegiatan itu juga dihadiri DKP3 Kabupaten Sekadau serta perwakilan dari perusahaan kelapa sawit.


Juga hadir Ketua Forum Pengembangan Perkebunan Strategis Berkelanjutan yang juga merupakan Mantan Dirjenbun Ahmad Manggabarani, dan Manager  Pusat Penelitian Kelapa Sawit (PPKS) Parindu Asbullah Hasibuan.


Ketua SPKS Kabupaten Sekadau, Bernadus Mohtar menjelaskan ToT PSL adalah upaya SPKS untuk memperkuat kapasitas penyuluh baik itu dari pemerintah maupun penyuluh swadaya yang berasal dari anggota kelembagaan petani yang ada di beberapa desa di Sekadau.


"Peserta yang dilatih 25 orang terdiri dari perwakilan penyuluh pemerintah dan penyuluh swadaya dari utusan kelembagaan petani sawit. ToT ini dilakukan selama tiga hari," ujar Mohtar.


Mohtar menambahkan, beberapa materi yang dibahas dalam ToT diantaranya perkembangan isu sawit berkelanjutan yang harus dijalankan oleh petani seperti sertifikasi ISPO serta GAP perkebunan sawit.


Ada pula pembahasan persiapan lahan, pembibitan kelapa sawit , penanaman kelapa sawit, serta hama dan penyakit. 


Kepala Bidang Perkebunan DKP3 Kabupaten Sekadau, Ifan Nurfatria mengapresiasi kegiatan ToT PSL yang dilakukan oleh SPKS. 


Ifan menjelaskan, hingga saat ini jumlah petani sawit swadaya di Kabupaten Sekadau mencapai sekitar 31 ribu hektar dan tersebar di seluruh wilayah Kabupaten Sekadau. 


"Dari data tersebut, yang sudah mengurus surat tanda daftar budidaya ( STDB) baru 265 petani. Dan ini masih sangat jauh dari harapan," kata Ifan.


Dia juga berharap dengan adanya kegiatan pelatihan seperti ini dapat membantu pihak pemerintah kabupaten untuk pendampingan peningkatan SDM kepada petani. Selain itu juga pihaknya berharap ada upaya bersama untuk mempercepat pembuatan STDB.


Dalam paparannya, mantan Kadis Perkebunan Provinsi Kalimantan Barat dan Mantan Dirjenbun Ahmad Manggabarani mengatakan, di tengah pandemi covid-19 banyak industri yang mengalami kesulitan bahkan ada yang sampai bangkrut dan mem-PHK semua karyawannya. 


Dan yang masih bertahan, tambah dia, adalah industri kelapa sawit. Selain itu juga mengapresiasi TOT yang sudah dijalankan dengan menerapkan protokol Covid-19 seperti menjaga jarak, mengunakan masker. 


Terkait dengan isu global perkebunan sawit biarkan menjadi urusan pemerintah dan peneliti, petani jangan disibukan dengan hal-hal ini. Yang terpneting yang perlu dipahami oleh PSL/Penyuluh adalah bagaimana petani dilakukan pendampingan terutama terkait dengan penerapan budidaya perkebunan yang baik karena ini menjadi salah satu syarat dalam ISPO yang sudah diwajibkan bagi petani seperti diatur dalam Peraturan Presiden. 


Selain itu juga mengingatkan kepada semua pihak untuk selalu bekerjasama dalam hal pendampingan kepada petani sawit mulai dari pemerintah, perusahaan perkebunan dan sampai organsiasi petani sawit.*


Sumber : siaran pers

Bagikan:
Komentar Anda

Berita Terkini