-->
    |

Pro Petani, Warga Selalong Komitmen Menangkan PAS

Kampanye PAS di Desa Selalong

SEKADAU (Suara Sekadau) - Meski termasuk wilayah perkotaan, warga Dusun Kemantan Desa Selalong Kecamatan Sekadau Hilir masih menggunakan pola bertani dengan cara lama.


Hal ini diungkapkan Libertus Pinus, salah satu warga Dusun Kemantan saat menghadiri kampanye Paslon Bupati dan Wakil Bupati Sekadau nomor urut 1, Aron-Subandrio di Kemantan, Senin (23/11) malam.


Pinus mengatakan, warga Kemantan mengolah sawah bukan dengan cara modern seperti di bajak menggunakan mesin.


"Tapi cara pengolahan sawah masih mengunakan cara lama. Yakni di semprot mengunakan herbisida, setelah rumputnya mati dilindas menggunakan drum," ungkap Pinus.


Ia menuturkan, selama ini perhatian Pemerintah Kabupaten Sekadau terhadap sektor pertanian di desa Selalong sama sekali tidak ada.


"Bukan hanya sektor pertanian saja,tapi sektor lainpun sepertinya luput dari perhatian. Sehingga kami butuh perubahan untuk mencari seorang pemimpin baru," ujar Pinus.


Pinus mengatakan, visi dan misi pasangan Aron-Subandrio (PAS) yakni Infrastruktur, Perkebunan, Pertanian untuk Kesejahteraan (IP3K) sudah mengakomodir kebutuhan masyarakat.


Dalam program IP3K, menurut Pinus, sudah mengakomodir keinginan petani.


"Kita sudah di jaman milenial. Tapi cara bertani sawah masih mengunakan cara di jaman kolonial," sebut dia.


Hal yang sama juga di sampaikan oleh Wartono, warga Kemantan lainnya.


Ia mengaku prihatin dengan kondisi para petani sawah di Desa Selalong. Karena, lima tahun terakhir tidak pernah mendapat perhatian pemerintah.


Sebagai contoh, kata Wartono, di Dusun Tapang Muntik sudah ada areal cetak sawah. Namun sejak dicetak sampai sekarang tidak pernah digarap oleh petani. Sebab, tidak ada pihak yang mengarahkan petani untuk mengelola lahan tersebut.


"Artinya, habis cetak dibiarkan terlantar begitu saja, tanpa ada tindak lanjut," ujar Wartono.


Menjawab keluhan warga Kemantan, Desa Selalong, calon Bupati Sekadau nomor urut 1, Aron menegaskan hal tersebut sudah diakomodir dalam program unggulan pasangan Aron-Subandrio yakni IP3K.


"Kami akan menyiapkan agar setiap desa ada satu orang penyuluh pertanian atau PPL. Tugasnya adalah membina petani agar hasil pertanian dapat maksimal," kata Aron.


Program IP3K, kata dia, disusun dengan memperhatikan data bahwa lebih dari 80 persen masyarakat Kabupaten Sekadau menggantungkan nafkah dari pertanian dan perkebunan.


"Jadi selain memberi bantuan bibit, para petani atau pekebun juga akan dibina oleh PPL. Tujuannya agar petani dapat mengelola lahan dan komoditi secara tepat agar hasilnya maksimal," jelas Aron.


Di bidang infrastruktur, pasangan Aron-Subandrio akan mengurangi porsi dana untuk pembangunan gedung dan dialihkan untuk infrastruktur jalan dan jembatan.


Di bidang perkebunan, pemberian bantuan bibit kelapa sawit berbasis kelompok tani akan dilaksanakan secara rapi.


Di bidang perikanan, peremajaan balai benih ikan dengan bibit ikan yang unggul menjadi prioritas.


Bidang pendidikan, program beasiswa satu dusun satu sarjana kembali akan dihidupkan. Agar, siswa berprestasi yang ekonominya menengah ke bawah dapat memperoleh kesempatan untuk menempuh pendidikan di perguruan tinggi.


Dan di bidang kesehatan, program operasi katarak dan operasi bibir sumbing gratis akan dilaksanakan secara rutin setiap tahun.*


Penulis : tim liputan

Bagikan:
Komentar Anda

Berita Terkini