-->
    |

Tak Bertemu Bupati, Perwakilan Warga Dua Belitang Ngadu ke DPRD Soal Jalan Rusak

Perwakilan masyarakat dua Belitang saat mengadu ke DPRD Sekadau (ist)

SEKADAU (Suara Sekadau)- Sejumlah perwakilan dari masyarakat di dua Kecamatan yakni Belitang Hulu dan Kecamatan Belitang mendatangi Kantor Bupati Sekadau untuk audiensi dengan Bupati Sekadau, Kamis(14/01) 


Perwakilan masyarakat yang berjumlah lebih kurang 20 orang tersebut datang untuk meminta penjelasan dari Pemerintah Daerah atas kerusakan akses jalan yang menghubungkan tiga kecamatan, yaitu Kecamatan Belitang Hilir, Belitang dan Belitang Hulu.


Namun, perwakilan warga mengaku kecewa Bupati Sekadau tidak dapat hadir karena ada urusan lain. Alhasil, pertemuan hanya dihadiri oleh Asisten I Sekretariat Daerah Kabupaten Sekadau, Fendy, Kalak BPBD Matius Jon, Kadis PUPR Akhmad Suryadi, dan Wakapolres Sekadau.


Ngala Pati, salah satu perwakilan warga mengatakan perekonomian masyarakat menjadi terganggu akibat macetnya arus transportasi di wilayah mereka.


"Banyak pengguna jalan yang terjebak, hingga adanya penutupan bagi pengguna jalan tersebut. Akses ekonomi juga lumpuh dikarenakan kendaraan yang mengangkut kebutuhan sembako terhambat. Perjalanan yang seharusnya dapat ditempuh selama satu jam, bisa menjadi satu hari bahkan lebih," ucap Ngala.


"Sebelumnya jalan tersebut  masih bisa dilewati. Hanya saja, pada saat banjir masyarakat terkendala. Namun masih bisa di usahakan dengan perahu," tambah Ngala.


Ia menyambut baik upaya penanganan banjir oleh Pemkab Sekadau dengan membangun barau dan peninggian badan jalan.


"Namun setelah ditangani alih-alih jalan tersebut bisa terbebas dari banjir, malah sebaliknya. Sudah lebih dari dua bulan ini masyarakat merasakan dampak dari pengerjaan jalan tersebut, pengerjaan jalan yang tak kunjung selesai dan tidak memberikan solusi atau alternatif untuk akses ke dua kecamatan itu," timpal Ngala.


Dampaknya, lanjut Ngala, harga kebutuhan dasar rumah tangga di dua kecamatan melambung tinggi. Karena, mobilisasi barang dan jasa ikut terhambat sehingga biaya operasional ikut meningkat.


"Kami hanya berharap selama pengerjaan jalan tersebut masyarakat tidak dipersulit. Ini malah sebaliknya. Kendaraan yang mengangkut sembako atau bahan pangan lainnya terhambat. Harga barang pun menjadi tiga kali lipat dari harga sebelumnya. Gas elpiji sampai 50 ribu rupiah bahkan lebih," terang Ngala.


Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sekadau Matius Jon, memohon maaf atas ketidaknyamanan yang dialami masyarakat.


Ia menjelaskan, tidak ada niat pemerintah untuk mempersulitkan masyarakat.


"Terkait proyek pengerjaan jalan tersebut, kita masih terkendala cuaca dan material juga tidak memadai. Karena material yang digunakan material setempat. Namun kami memohon dukungan dari masyarakat untuk bersabar, dan kita akan berusaha untuk mencari solusi, agar selama pengerjaan jalan tersebut akses tidak terhambat," kata Matius Jon.


Ia menambahkan, BPBD akan berkoordinasi dengan Dinas PUPR untuk menurunkan tim untuk menangani hal tersebut.


Asisten I Setda Kabupaten Sekadau, Fendy juga meminta agar masyatakat tetap tenang dan bersabar.


Tak puas, perwakilan warga kemudian menuju kantor DPRD Sekadau untuk menyampaikan keluhan yang sama kepada wakil rakyat.


Ketua Komisi II DPRD Sekadau, Yodi Setiawan menanggapi keluhan masyarakat dua Belitang turut menyayangkan efek domino dari pengerjaan proyek penanggulangan banjir Padak-Kumpang Ilong.


Selama proses pengerjaan jalan tersebut, kata Yodi, perekonomian masyarakat terganggu.


Yodi menganggap proyek tersebut gagal dan tak layak untuk diteruskan.


"Masa perpanjangan kontrak akan habis pada 27 Januari. Saya sarankan pihak BPBD untuk berkoordinasi dengan pelaksana untuk membuat surat pernyataan pengunduran diri,  tidak sanggup untuk menyelesaikan proyek tersebut," kata Yodi kepada wartawan usai menerima audiensi perwakilan masyarakat dua kecamatan di kantor DPRD Sekadau.


"Dalam waktu yang sesingkat ini terhitung hanya sisa belasan hari lagi akan habis masa kontraknya, saya rasa mereka tidak akan mampu menyelesaikannya. Lebih baik mundur saja," tegas Yodi.*


Penulis : tim liputan

Editor : Benidiktus G Putra



Bagikan:
Komentar Anda

Berita Terkini