-->
    |

Wartawan se-Kalbar Ikuti Pelatihan Jurnalistik Dewan Pers

Pentolan Dewan Pers, Hendry CH Bangun membuka webinar pelatihan jurnalistik 

SEKADAU (Suara Sekadau) – Dewan Pers RI dibantu  Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kalimantan Barat menggelar webinar pelatihan jurnalistik pra uji kompetensi wartawan (UKW) untuk Provinsi Kalimantan Barat, Kamis (18/2).

 

Pelatihan menghadirkan narasumber para pentolan Dewan Pers, diantaranya Hendry CH Bangun, Ahmad Djauhar, Iqbal Irsyad serta Nurcholis Basyari.

 

Setidaknya 60 orang wartawan di Kalbar dari berbagai jenjang kompetensi mengikuti pelatihan tersebut.

 

Hendry CH Bangun dalam sambutannya mengatakan, pelatihan jurnalistik ini bertujuan untuk memperkaya pengetahuan wartawan sekaligus kisi-kisi menjelang UKW tanggal 26 Februari mendatang.

 

“Ikuti dan simak materi dari narasumber,” pesan Hendry.

 

Ahmad Djauhar saat menyampaikan materi filosopi jurnalistik menyebut, di era digitalisasi saat ini sangat banyak orang yang mengaku wartawan. Namun, tidak banyak yang memahami dunia jurnalistik secara kompehensif.

 

Wartawan, kata Djauhar, harus dapat memposisikan diri sesuai dengan tugas dan fungsinya sebagai pemberi informasi yang akurat dan mendidik kepada masyarakat luas.

 

“Memahami delapan tugas insan pers. Yakni sebagai authenticator, sense maker, investigator, witness bearer, empowerer, smart aggregator, forum organizer, serta menjadi role model di tengah masyarakat,” tutur Djauhar.

 

Iqbal Irsyad memaparkan sejumlah materi krusial seperti kode etik jurnalistik dan hukum pers, pers dan tantangannya menghadapi fenomena media sosial, pemberitaan ramah anak, hak jawab, hak koreksi, serta sanksi hukum yang bisa menjerat pers.

 

“Pahami kode etik jurnalistik, pedoman pemberitaan ramah anak, teknik investigasi dan sebagainya,” pesan Iqbal.

 

Nurcholis Basyari, pemateri terakhir memberikan paparan tentang teknik wawancara dan menulis berita. Wartawan, kata Nurcholis, mesti memiliki skill, kesadaran, leadership, pengetahuan sehingga punya kapasitas yang mumpuni.

 

“Dan dalam menulis berita perlu memahami skema penulisan, penggunaan bahasa, akurasi. Dan biasakan menyunting berita sendiri sebelum dinaikkan kepada redaktur,” ucap Nurcholis.

Salah satu peserta pelatihan, Heri Yakop, merasa terbantu oleh pra UKW yang digelar lebih kurang tujuh jam itu.

"Dapat banyak wawasan dari pemateri yang hebat-hebat. Sangat membantu, khususnya menjelang UKW mendatang," ucap Heri.*

 

Penulis : Benidiktus G Putra

 

 

 

 

 

 

Bagikan:
Komentar Anda

Berita Terkini