-->
    |

BPBD Sekadau Siap Tanggulangi Banjir

Kalak BPBD Sekadau, Matius Jhon

Sekadau
(Suara Landak)- Sesuai dengan informasi dari BMKG Provinsi Kalbar, bahwa Kalbar akan diguyur hujan lebat. Sehingga bisa menimbulkan bencana banjir.

Hal tersebut tak lebih juga di Kabupaten Sekadau, dengan curah hujan cukup tinggi sehingga, bisa menimbulkan banjir.

Menanggapi hal tersebut, Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Sekadau Matius Jhon mengatakan hal tersebut masih diprediksi. Namun, apabila memang akan terjadi hal tersebut pihak BPBD Kabupaten Sekadau sudah siap.

"Itukan baru prediksi, apabila apabila memang akan terjadi seperti itu, pihak BPBD Kabupaten Sekadau sudah siap. Baik Sumber Daya Manusia, personil, maupun peralatannya kita sudah siap," kata Matius Jhon, Rabu (29/2021).

Dirinya menjelaskan bahwa bagaimana caranya untuk mengedukasi kepada masyarakat, agar tidak menimbulkan keresahan. Akan tetapi tetap memotivasi masyarakat untuk tetap waspada dan berhati-hati apabila ada ancaman seperti itu datang.

"Kalau memang banjir, kurangi aktivitas di bantaran sungai, atau tempat-tempat yang rawan banjir. Itu kalau memang curah hujan tinggi, tetapi kalau tidak hujan tidak menjadi masalah. Kalau untuk tanah longsor, kurangilah aktivitas di tebing-tebing yang bisa menimbulkan longsor," jelasnya.

Matius Jhon juga menerangkan apabila bencana tersebut datang sesuai dengan prediksi, maka pihak BPBD Kabupaten Sekadau akan menetapkan status tanggap darurat. 

"Berarti ada upaya penyelamatan, jadi nanti ada upaya evakuasi yang akan kita lakukan apabila terjadi seperti itu. Dan secara administratif akan kita tetapkan status tanggap darurat. Nanti kita akan bekerjasama dengan stakeholder yang ada agar kita bisa membantu masyarakat bisa keluar drai bencana tersebut," terangnya.

Lebih jauh, Matius Jhon juga memaparkan bahwa pihaknya BPBD Kabupaten Sekadau sudah menetapkan lima kecamatan rawan bencana banjir.

Ada lima kecamatan yang ditetapkan sebagai rawan banjir yaitu Kecamatan Sekadau Hilir, Sekadau Hulu, Nanga Taman, Nanga Mahap, dan kecamatan Belitang. 

"Namun nanti kita akan melihat perkembangan di dua kecamatan tersebut. Karena memang jika ada terjadi banjir tidak setiap tahun dan seperti yang ada di kecamatan lainnya. Namun kita lebih fokuskan untuk penanganan Kecamatan Sekadau Hilir dan Belitang,"jelasnya.

Kemudian,  karena di Sekadau Hilir sering menghadapi ancaman banjir baik dari sungai Sekadau maupun diperhuluan sungai Kapuas seperti  banjir di Kapuas Hulu, Sintang dan Melawi, akan berimbas pada pemukiman-pemukiman warga di Kecamatan Sekadau Hilir. Seperti di Desa Tanjung, dan Merapi. Kalau di Kecamatan Belitang itu seperti di Nanga Belitang. 

"Tapi kalau dari sungai Sekadau bisa berdampak juga ke Kecamatan Sekadau Hulu, Nanga Taman, hingga ke Nanga Mahap," pungkasnya. [Tim].

Bagikan:
Komentar Anda

Berita Terkini